SOLOBALAPAN.COM - Pada pertandingan perempat final Piala Asia U-23 2024 yang mempertemukan Timnas Indonesia U-23 kontra Korea Selatan U-23, terdapat momen menarik yang menyita perhatian netizen.
Pertandingan yang berjalan sengit itu harus diakhiri dengan adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga akhir perpanjangan waktu.
Adu penalti tersebut berakhir dengan skor 11-10 untuk kemenangan Indonesia. Namun, satu hal yang jadi sorotan publik yaitu absennya Nathan Tjoe-A-On dalam daftar penendang penalti.
Keputusan untuk tidak memasukkan Nathan Tjoe-A-On dalam daftar eksekutor penalti ternyata berdasarkan regulasi yang berlaku dalam Laws of The Game.
Dalam pasal 10.3 tentang penalti disebutkan bahwa jika satu tim memiliki jumlah pemain lebih banyak waktu normal berakhir, maka tim tersebut harus mengurangi jumlah pemainnya agar sama jumlahnya.
Dalam pertandingan ini, Korea Selatan harus berlaga dengan 10 pemain setelah salah satu pemainnya, Lee Young-jun, mendapat kartu merah di babak kedua.
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, akhirnya memilih Nathan sebagai pemain yang dicoret untuk menjadi penendang penalti demi mengikuti aturan Laws of The Game tersebut.
Dilansur dari kanal YouTube Sport77, pada Rabu (22/5), Ramadhan Sananta, Striker Persis Solo menyebutkan bahwa pencoretan Nathan diakibatkan oleh sang pemain tidak siap untuk menghadapi adu penalti.
"Nathan enggak mau. Dia pernah bilang ke saya kalau enggak salah, dia jarang sekali ambil penalti," kata Sananta.
Pemain berusia 21 tahun tersebut menambahkan bahwa Nathan pernah mengatakan kepadanya jika pria keturunan Belanda tersebut tidak memiliki catatan yang baik saat adu penalti.
"Nathan memang enggak mau setiap penalti. Dia enggak mau ambil. Saya pun bingung dan bertanya 'Nathan kenapa kamu enggak ambil?' dia jawab 'tidak, saya enggak pernah bagus kalau ambil penalti’," lanjutnya.
Karena itu, pemain Swansea City tersebut harus rela tidak ikut serta dalam momen penting tersebut.
Meski demikian, Nathan sepanjang pertandingan memberikan kontribusi yang sangat penting bagi keberhasilan timnas.
Nathan Tjoe-A-On sendiri sebenarnya memiliki peran yang vital dalam kesuksesan Timnas U-23 mengalahkan Korea Selatan.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bahkan harus melobi klub Nathan saat itu, SC Heerenveen, untuk memberi izin agar bisa memperkuat Indonesia di ajang ini.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya permainan Nathan dalam skuad Garuda Muda.
Dalam babak adu penalti tersebut, Arkhan Fikri gagal mengeksekusi dari pihak Indonesia, beruntung dua pemain Korea Selatan juga gagal.
Eksekutor terakhir dari Indonesia, Pratama Arhan, sukses menjebol gawang Korea Selatan dan memastikan kemenangan untuk timnas Garuda. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo