SOLOBALAPAN.COM - Kabar gembira datang dari dunia sepak bola Indonesia. Wakil Pemilik Como 1907, Mirwan Suwarso, mengaku memiliki ketertarikan terhadap striker Timnas Indonesia, Rafael Struick.
Namun, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh pemain muda berbakat ini sebelum dapat bergabung dengan tim Serie A tersebut.
Como 1907, tim yang dimiliki oleh bos Djarum, Hartono Bersaudara, berhasil promosi ke Serie A musim 2024/2025 setelah menjadi runner-up di Serie B musim ini.
Dengan prestasi tersebut, ekspektasi fans meningkat. Mereka berharap tim yang bermarkas di Stadion Giuseppe Sinigaglia tersebut merekrut pemain bintang dari Indonesia, khususnya pemain timnas.
Mirwan Suwarso, perwakilan pemilik Como 1907, mengungkapkan bahwa ia memiliki ketertarikan terhadap Rafael Struick.
Dikutip dari akun Instagram @transfer.bola. “Kalau untuk pemain-pemain lain kepengen sih mengambil pemain seperti Rafael Struick itu menarik ya,” ujar Mirwan.
Rafael Struick memang menjadi pilihan utama di lini penyerangan Timnas Indonesia.
Tidak hanya di level senior, pemain yang saat ini membela klub ADO Den Haag tersebut juga telah membuktikan performa yang impresif saat membela Indonesia di Piala Asia U-23 2024.
Namun, Mirwan menjelaskan bahwa perekrutan Rafael Struick tidak semudah itu. Dia harus bersaing dengan striker berkualitas yang sudah dimiliki Como 1907. “Dia harus bersaing melawan Patrick Cutrone,” ujar Mirwan.
Cutrone merupakan mantan penyerang AC Milan, yang menjadi bintang Como 1907 di Serie B musim ini dengan mencetak 14 gol dan terpilih sebagai Pemain Terbaik Serie B.
Selain Cutrone, Mirwan menyatakan jika Como 1907akan merekrut striker kelas dunia seperti Andrea Belotti, maka persaingan di lini depan akan semakin ketat.
“Dia harus bersaing dengan pemain lain, kalau kita beli striker yang misalnya kayak Andrea Belotti, saingannya kayak gitu. Ngapain kita mengambil pemain kelas dari Indonesia, tapi tidak dapat kesempatan bermain,” tegasnya.
Mirwan menegaskan bahwa Como 1907 membutuhkan pemain yang bisa langsung nyetel dan bersaing di level tertinggi.
Jika Struick ingin bergabung, dia harus membuktikan kualitas dirinya dan mampu bersaing dengan pemain-pemain top yang sudah ada di klub.
Selain pembahasan soal Rafael Struick, Mirwan juga memberikan klarifikasi mengenai pemain Indonesia lain yang tidak masuk dalam rencana transfer klub.
Ia adalah Thom Haye, gelandang berusia 29 tahun yang dianggap tidak sesuai dengan gaya bermain yang diusung Como 1907.
Dia menekankan bahwa Como 1907 memainkan gaya sepak bola yang pressing, membutuhkan pemain dengan mobilitas tinggi, yang sayangnya tidak dimiliki oleh Thom Haye.
Tidak hanya pemain dari Indonesia, Como 1907 juga dirumorkan dengan beberapa pemain top Eropa, termasuk Luka Modric.
Namun, Mirwan dengan tegas mengelak rumor tersebut. Dia menambahkan bahwa anggaran tim akan habis hanya untuk menggaji Modric.
Meskipun begitu, ketertarikan Como 1907 terhadap Rafael Struick menunjukkan adanya potensi bagi pemain muda Indonesia untuk berkarier di Eropa.
Struick sendiri harus berlatih dengan keras jika ingin mewujudkan impiannya bermain di Serie A.
Persaingan yang ketat dengan pemain-pemain kelas dunia akan menjadi tantangan berat bagi striker berusia 21 tahun tersebut.
Dalam konteks ini, dukungan dari pecinta bola Indonesia dan kerja keras Struick akan menjadi kunci suksesnya.
Jika Rafael mampu menunjukkan kualitasnya, tidak menutup kemungkinan Rafael Struick akan menjadi pemain Indonesia berikutnya yang bersinar di Eropa. (di)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo