SOLOBALAPAN.COM - Dalam skuad Timnas Indonesia U-23 yang saat ini berjuang di ajang Piala Asia ada satu pemain yang berasal dari Boyolali.
Pemain yang dimaksud pastinya adalah Donny Tri Pamungkas.
Dilansir dari Radar Solo, kesuksesan Donny menembus skuad Garuda Muda - julukan timnas U-23 - ini tidak lepas dari didikan dari sang kakak, Joko Sasongko.
Sejak SD, dia sudah digembleng sang kakak. Dia juga masuk dalam sekolah sepak bola (SSB) Pandanaran.
Tiap pagi dan sore, Donny melatih fisik dengan lari maupun berenang di Umbul Pengging.
Latihan itu semakin intens saat dia memasuki bangku SMP. Alumni SMPN 3 Teras ini makin ketat melatih fisiknya.
Dia juga kerap ikut berkompetisi di laga desa, seperti turnamen tarkam maupun sepak bola.
"Memang dulu sering latihan di lapangan desa sini. Dari kecil sudah kelihatan suka sepak bola. Lalu dilatih kakaknya yang juga pernah jadi anggota Timnas," ujar Widiantoro selaku teman masa kecil Donny.
"Tiap pagi sama sore, pasti bocahnya (Donny,Red) sudah latihan di lapangan. Rutin dia lari sambil narik ban itu," ujar pria berusia 29 tahun.
Perjuangan Donny untuk menembus klub bola mentereng disaksikan masyarakat Gumukrejo.
Dilahirkan dari keluarga sederhana, kegigihan Donny patut diacungi jempol.
Sang ayah sudah meninggal dunia. Sehingga dia tinggal dengan sang ibu yang kesehariannya hanya berjualan es degan di depan rumah.
Donny berhasil lolos klub Persija U16. Dia lantas melanjutkan SMA di Ibu Kota.
Saat ini, dia berstatus mahasiswa di UTP Surakarta. Dia juga terus menggembleng diri untuk melatih skillnya.
Pada akhirnya dia berhasil lolos timnas U19 dan U23. Meski dia sudah masuk klub mentereng dan juga timnas, Donny dikenal rendah hati.
"Tiap lebaran pulang ke rumah nyekar di makam bapaknya. Tiap pulang selalu srawung sama teman-teman kecilnya,"
"Orangnya biasa saja, kan dari kalangan orang biasa juga. Jadi pulang ya nongkrong sama kami di Hik, biasa saja dia, ya gojekan (Bercandaan,Red) biasa," tambahnya.
Kesederhanaan keluarga Donny Tri Pamungkas ini juga terlihat dari rumahnya.
Rumah Donny tampak sederhana. Bercat hijau dengan stiker tertempel bertuliskan Joko Sasongko, nama sang kakak yang juga alumnus timnas pada 2010 -2012 silam.
Rumah yang terletak di Dusun Tegalrejo RT 008/ RW 002, Desa Gumukrejo, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali itu tampak lengang.
Sang ibunda Saparti, 53, diboyong ke Ibu Kota oleh sang kakak pasca Lebaran lalu.
Sedangkan sang ayah, Slameto telah berpulang sekitar tiga tahun lalu.
Ayah dan ibunya lulusan SLTP, semangat Donny untuk menjadi atlet sepak bola sudah terlihat sejak dia kecil.
Keseriusannya menekuni dunia olahraga itu berbuah manis.
Lapangan Desa Gumukrejo, tepat di barat Balai Desa menjadi saksi.
Hal serupa juga diungkapkan Kades Gumukrejo, Suyoto. Keluarga Donny memang dikenal sangat sederhana.
Almarhum ayahnya dikenal sebagai sosok yang selalu men-support sang anak. Baik kakaknya, maupun Donny. Meski di tengah keterbatasan ekonomi, kedua anaknya bisa sukses menjadi atlet.
"Ayah ibunya itu ya hanya berjualan es degan di depan rumah. Tapi memang prihatinnya almarhum bapaknya mas Donny itu luar biasa. Ya kalau Jawanya, tirakatannya itu," ujarnya.
Hal itu dibarengi dengan bakat Donny yang luar biasa. Serta kegigihan untuk rajin berlatih.
Dia-pun mengaku bangga dengan putra asli Gumukrejo itu. Bahkan menjadi satu-satunya atlet yang tembus Timnas dari Boyolali.
"Bakatnya memang sudah terlihat dari kecil. Latihannya juga di sini (Lapangan Gumukrejo,Red). Pulang ya grapyak, membaur dengan warga, biasa saja. Bahkan lebaran kemarin juga pulang, pada minta foto-foto," tandasnya.
Pada malam nanti, Donny Tri Pamungkas dan skuad timnas Indonesia U-23 akan kembali melanjutkan perjuangannya di Piala Asia.
Skuad asuhan Shin Tae-yong akan melawan Uzbekistan pada Senin (29/4) pukul 21.00 WIB. (rgl/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro