Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Energen Champion SAC Indonesia National Championship di Stadion Sriwedari Solo Makin Memanas, Kontestan:Tegang Banget

Mannisa Elfira • Sabtu, 20 Januari 2024 | 17:32 WIB
LOMPAT: Peserta Energen Champion SAC Indonesia National Championship di Stadion Sriwedari, kemarin (19/1).
LOMPAT: Peserta Energen Champion SAC Indonesia National Championship di Stadion Sriwedari, kemarin (19/1).

 

SOLOBALAPAN.COM – Ada yang tegang, ada yang santai. Itulah sejumlah ekspresi yang mewarnai wajah-wajah kontestan Energen Champion SAC Indonesia National Championship di Stadion Sriwedari, kemarin (19/1).

Salah satunya rombongan relay 4x100m dari SMAN 4 Malang. Yakni Jovanda Dio Satriya Zajuli, Ariq Rizki Vidianto, Al Jorda, dan Pieter Ramadhan.

Mereka berlari sekencang mungkin untuk finish dengan catatan terbaik.

"Tegang banget. Soalnya kami bisa melawan kecepatannya yang lebih cepat dari kami, kami gak mau kalah. Kami harus bisa menyaingi mereka-mereka," ujar Jovanda usai perlombaan.

Setelah berusaha mengeluarkan kemampuan maksimal, skuad dari East Java Qualifiers tersebut finish di nomor dua.

Sementara nomor pertama dimiliki oleh pelajar asal Semarang.

"Kami tadi nomor dua, pertama dari Semarang. Besok ada lagi, bismillah semoga kami bisa masuk final. Jadi besok tanding lagi," sambungnya.

Ya, perlombaan di Energen Champion SAC Indonesia National Championship memang belum selesai.

Hari ini (20/1) jadi momen penentuannya, siapa yang jawara dari relays 4x100 m dan beberapa kelas lainnya.

Di sisi lain, perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) turut hadir memantau kompetisi atletik pelajar terbesar di Indonesia.  

Deputi Pembudayaan Olahraga Komjen Pol (Purn) Rudi Sufahriadi datang bersama Asdep Olahraga Pendidikan Kemenpora Moses Eleazar Ferdinandus.

Keduanya mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo.

"Ini apresiasi yang luar biasa. Walaupun baru dua kali dilaksanakan tapi jumlah pesertanya banyak. Ini dapat melahirkan atlet atletik Indonesia ke depannya," bebernya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung mengatakan, pihaknya sepakat dengan PT DBL Indonesia untuk membuat SAC sebagai program ujung tombak untuk lebih memaksimalkan atletik di sekolah-sekolah.

"Karena banyak muncul bibit-bibit atletik sebenarnya," imbuhnya.

Tigor menjelaskan SAC ini formatnya berbeda. Event-event seperti Popnas, atletiknya dari PPLP, SKO, diklat, dan sebagainya, yang sekolahnya sudah dijuruskan jadi atlet.

"Sedangkan ini yang mengikuti SAC adalah murid-murid sekolah biasa atau sekolah umum. Mungkin tadinya mereka datang ke sekolah tidak ada rencana jadi atlet atletik, namun dengan adanya SAC mereka bisa tertarik untuk masuk ke dunia olahraga atletik," harapnya.

Dalam kompetisi ini, para siswa mewakili sekolahnya. Nah, dari sini Tigor berharap akan tumbuh fanbase yang lebih kuat.

"Kami melihat jumlah penontonnya banyak. Kami lihat suporter dari sekolah datang, orang tua datang, adik kakaknya juga datang." Tuturnya.

Kami harap atletik lebih membahana dan meluas dikenal di tingkat sekolah. Kalau soal bibit itu proses, makanya PB PASI selalu mendampingi SAC," Lanjutnya. (nis/nik)

Editor : Nindia Aprilia
#sriwedari #stadion #solo #SAC