Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

1.623 Peserta SD-SMP Siap Unjuk Gigi Dalam Memeriahkan Pertamina Junior Challenge di Stadion Sriwedari Solo

Nindia Aprilia • Kamis, 18 Januari 2024 | 15:48 WIB
SOSIALISASI: Techinical meeting Pertamina Junior Challenge di SMPN 1 Solo, kemarin (17/1).
SOSIALISASI: Techinical meeting Pertamina Junior Challenge di SMPN 1 Solo, kemarin (17/1).

SOLOBALAPAN.COM – Regulasi perlombaan Pertamina Junior Challenge telah disampaikan kepada 116 perwakilan guru kontestan.

Lewat agenda technical meeting ™ yang berlangsung di SMPN 1 Surakarta, Rabu (17/1). Dalam agenda ini, segala peraturan dijelaskan oleh technical delegate perlombaan, Joko Harwanto.

Sebagai informasi, Pertamina Junior Challenge merupakan supporting event dari Energen Champion SAC Indonesia National Championship, yang bakal berlangsung di Stadion Sriwedari, 18-20 Januari mendatang.

Total sebanyak 1.623 peserta dari SD-SMP se-Solo Raya akan berjuang jadi yang tercepat dan terbaik di perlombaan ini.

Joko mengapresiasi adanya agenda ini. Tak lupa juga penyelenggara Pertamina Junior Challenge, siapa lagi jika bukan DBL Indonesia.

Yang mana sebelumnya sudah berhasil mengembangkan dunia olahraga basket, kini DBL menggarap atletik.

"Apalagi, DBL Indonesia memilih Surakarta sebagai babak final SAC Indonesia, yang sebelumnya babak penyisihannya di gelar di enam regional qualifiers."ujar Joko Harwanto.

"Lebih kerennya lagi, final tersebut hadir di Surakarta. DBL Indonesia menggunakan sejarah di Surakarta, di mana PON I diselenggarakan. Oleh karena itu mari kita sukseskan bersama," lanjut Joko Harwanto.

Dalam perlombaan ini terdapat sejumlah nomor yang dipertandingkan. Untuk anak SMP ada sprint 80 meter, estafet 5x80 meter, jarak menengah 800 meter.

Sementara untuk SD akan ada kanga escape, formula one, estafet 8x50 meter, hingga sprint 60 meter.

"Momentum seperti ini, saya rasa perlu digelar setiap tahun. Karena bisa menyosialisasikan olahraga (atletik ke pelajar)," ujar Nunung Ariyuwono, guru PJOK di SDN Karangwuni Kec. Polokarto.

Nunung mengaku mendapatkan informasi soal perlombaan ini lewat sosial media dan relasi sesama guru olahraga. Dia mendaftarkan empat anak untuk mengikuti nomor formula one.

"Formula one karena masuk mata pelajaran PJOK, tentunya sudah dipelajari di sekolah. Namun untuk event ini, tujuan utama kami agar siswa mendapatkan pengalaman. Agar siswa juga tahu, oh ternyata bersaing dengan siswa lain itu menyenangkan. Jadi tidak cuma mencari kejuaraan saja," jelasnya.

Sementara itu, guru olahraga SMPN 13 Surakarta Kun Suryani juga berharap agenda seperti ini dihelat secara rutin. Sehingga anak-anak yang punya potensi bisa tersalurkan.

"Menurut saya bagus sekali, bisa menggali potensi yang ada di daerah-daerah. Terutama di sekolah-sekolah," ungkapnya.

Kun bakal mengirimkan lima peserta untuk mengikuti nomor estafet 5x80 meter.

"Ini anak-anak yang termasuk pemula. Karena kami tidak ada atlet khusus untuk atletik. Jadi kami ambil dari tim futsal yang punya sprint bagus," sambungnya. (nis/nik)

Pesona Febrianty saat tampil di X Factor Indonesia babak audisi.
Pesona Febrianty saat tampil di X Factor Indonesia babak audisi.
Pesona Febrianty kontestan yang mundur dari X Factor Indonesia 2024.
Pesona Febrianty kontestan yang mundur dari X Factor Indonesia 2024.
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Nindia Aprilia
#guru #pertamina #solo #SAC