Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Soal Wacana Penerapan VAR di Liga 1 Mulai Februari 2024, Waketum PSSI: Ini Tentang SDM

Mannisa Elfira • Jumat, 8 Desember 2023 | 17:55 WIB
Wakil Ketua Umum II PSSI Ratu Tisha. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)
Wakil Ketua Umum II PSSI Ratu Tisha. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)

SOLOBALAPAN.COM – Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha memberi tanggapan soal wacana penerapan  video assistant referee (VAR) pada Liga 1 mulai Februari mendatang.

Tisha menjelaskan saat ini wasit tengah menjalani pelatihan VAR dari FIFA. Edukasi pertama telah dilewati, kini memasuki edukasi kedua yang digelar Desember. Setelah itu, masih ada beberapa tahap yang perlu dilalui. Seperti tahap simulator, tahap keempat, hingga transisi.

"Kami boleh punya target. Boleh punya timeline. Tapi bagaimana wasit-wasit kita perform di dalam VAR education itu lulus atau tidak, mumpuni atau tidak, itu FIFA yang akan menilai," kata Tisha beberapa waktu lalu di Solo.

Tisha kembali menegaskan bahwa VAR Piala Dunia U-17 tidak ada hubungannya dengan VAR yang tengah berjalan dan berproses di Indonesia.

"Persiapan VAR yang ada di kita ada dua hal. Satu yang paling penting adalah SDM (sumber daya manusia). VAR itu tentang sdm. Bukan tentang teknologi. Teknologi itu kami beli, set up, training, dan jalan," jelas Tisha.

Meski begitu, Tisha mengaku PSSI bisa mempelajari VAR yang diterapkan di Piala Dunia U-17. Dia juga bersyukur ada tiga wasit Indonesia yakni Aprisman Aranda, Thoriq Alkatiri, dan Yudi Nurcahya yang punya kesempatan untuk menjadi support referee.

"Hanya beberapa orang yang hanya mendapatkan expose untuk penerapan VAR di Piala Dunia ini. Salah satunya dari referee departement kami.

"Alhamdulillah tiga referee kita masuk dalam sport referee dan akhirnya di forth official. Akhirnya mereka pun ter-expose berbagai halnya," imbuhnya.

Bukan hanya VAR, Tisha mengatakan hal penting yang bisa dibawa balik ke Liga Indonesia adalah practical session. Jadi bagaimana cara practical session FIFA terhadap referee training ini begitu comprehensive.

"Jadi dalam jeda waktu turnamen pada saat mereka istirahat atau 2 minggu sebelum itu mengadakan pratical session yang terus menerus.

"Areanya tidak fisik saja. (Kami) biasanya hanya tes fisik kemudian partical 1-2 hari. Tapi mereka hampir 10-12 hari kalau tidak salah."

"Ini sebuah pelajaran mungkin harus kita terapkan untuk wasit kita musim ini," pungkasnya. (nis/rei)

Kasus ayah bunuh 4 anaknya ini berawal dari laporan warga ke Polsek Jagakarsa. Bermula dari bau busuk, hingga pintu yang dikunci. (Instagram @seputar_jaksel)
Kasus ayah bunuh 4 anaknya ini berawal dari laporan warga ke Polsek Jagakarsa. Bermula dari bau busuk, hingga pintu yang dikunci. (Instagram @seputar_jaksel)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#liga 1 #sdm #var #ratu tisha #pssi