Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Laga Final Jerman vs Prancis Catat Rekor Tersendiri untuk Stadiion Manahan di Piala Dunia U-17 2023

Niko Auglandy • Senin, 4 Desember 2023 | 17:06 WIB
BERBAGI SENYUM: Pemain Timnas Jerman Winner Osawe memberikan sepatu yang digunakannya saat final Piala Dunia U-17 ke seorang santri asal Solo yang menonton laga ini di Stadion Manahan (2/12).
BERBAGI SENYUM: Pemain Timnas Jerman Winner Osawe memberikan sepatu yang digunakannya saat final Piala Dunia U-17 ke seorang santri asal Solo yang menonton laga ini di Stadion Manahan (2/12).

SOLOBALAPAN.COM – Laga final antara Jerman dan Prancis pada Sabtu (2/12) mencatatkan sebuah rekor tersendiri dalam konteks gelaran Piala Dunia U-17 2023.

Rekor tersebut berkaitan dengan venue yang digunakan dalam pertandingan tersebut, Stadion Manahan. Stadion dengan kapasitas 20.000 penonton itu mencatatkan rekor jumlah penonton terbanyak pada momen partai final. Terdapat 13.037 penonton menyaksikan duel seru antara timnas Jerman melawan Prancis pada malam tersebut

Menilik ke belakang, pengunjung Stadion Manahan lebih sedikit dibanding tiga venue lainnya. Selama tiga hari di babak penyisihan Grup B, Stadion Manahan hanya meraih maksimal 7.956 di laga Ekuador vs Panama (16/11). 

Hingga babak 16 besar, 8 besar, hingga semifinal memang ada peningkatan. Paling banyak saat Prancis meladeni perlawanan Mali di semifinal. Tercatat ada 12.013. Kemudian jumlah penonton di perebutan juara 3 menurun jadi 10.901 penonton.

Nah, dari segala pertandingan, partai final paling banyak diminati dan jadi sorotan utama. Berdasarkan pantauan, ribuan penonton berbondong-bondong untuk menyaksikan euforia kemenangan.

Salah satunya seorang suporter asal Jerman, Ralf Scheunemann. Dia mengapresiasi gelaran Piala Dunia U-17 di Indonesia. Menurutnya, acara berlangsung lancar dan baik.

"Kami bersyukur setelah Piala Dunia U-20 tidak jadi, banyak yang bersedih. Dan Indonesia diberi kesempatan lagi. Indonesia menjalankan dengan baik, karena mengadakan event ini tidak mudah, penonton di negara lain tak sebanyak seperti di Indonesia," beber Ralf.

Sementara itu penonton asal Jakarta, Franz, mengaku sengaja datang ke Kota Bengawan mendukung skuat Jerman,

"Saya fans Jerman. Jerman U-17 belum pernah juara. Kali ini di Indonesia, dan kami juara," ujarnya.

Begitu pula dengan masyarakat Solo, Ridwan. Dia mengaku sangat terhibur dan senang jagoannya Timnas Jerman mampu menyandang gelar champions Piala Dunia U-17.

"Sempat deg-degan pas adu penalti. Tapi syukur, menang. Senang sekali. Momen sejarah bisa nonton langsung," jelasnya, saat menonton kemenangan Jerman.

Euforia kemenangan Jerman juga dirasakan oleh pemenangan special test drive Hyundai Motor Company.

Dalam partai final ini, mereka ikut menyaksikan laga usai mengikuti program Empowering Champs of Tomorrow. Mereka menerima dua tiket gratis dan paket perjalanan menonton final di Solo. 

"Kami sangat bangga bisa berpartisipasi dalam event akbar ini. Apalagi bisa berkontribusi dalam membentuk masa depan sepak bola," tutur Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto.

Tak hanya menonton, mereka juga mencoba bermain sepak bola mini, tantangan seperti zig-zag dribble, goal of tomorrow, dan keepie uppie. (nis/nik/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#stadion manahan #prancis #jerman #Piala Dunia U-17