Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Meski Tuai Apresiasi, Penyelenggaraan Piala Dunia U-17 Masih Dapat Evaluasi Ini dari FIFA

Niko Auglandy • Minggu, 3 Desember 2023 | 16:23 WIB

 

BERJIBAKU: Partai perebutan tempat ketiga Piala Dunia U-17 antara Mali melawan Argentina di Stadion Manahan, Jumat malam (1/12).
BERJIBAKU: Partai perebutan tempat ketiga Piala Dunia U-17 antara Mali melawan Argentina di Stadion Manahan, Jumat malam (1/12).

SOLOBALAPAN.COM - FIFA memberikan pujian atas kinerja Indonesia sebagai penyelenggara Piala Dunia U-17 2023. Namun, FIFA memberikan beberapa evaluasinya, terutama terkait dengan perencanaan. 

Apresiasi dari FIFA diberikan berdasarkan hasil laporan tim-tim peserta. Para tim peserta, menurut wakil ketua panitia pelaksana (LOC) Piala Dunia U-17 2023 yang juga Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha Destria memuji kualitas lapangan baik tanding maupun training yang disediakan Indonesia, termasuk pelayanan dan hospitality yang diberikan.

"Bagi kami (LOC), pujian tertinggi memang datang dari tim-tim peserta. Mereka merasa puas dengan pelayanan yang diberikan mulai dari penyediaan fasilitas lapangan, pelayanan, serta hospitality," tutur Ratu Tisha dalam jumpa pers di Pusat Informasi Piala Dunia U-17 2023 di Hotel Solia Zigna Kampung Batik, Jumat (1/12).

"Mengingat tim-tim kelas dunia pasti memiliki riders (daftar permintaan khusus) pasti sangat banyak dan itu semua bisa terpenuhi," tuturnya.

Dari segala pujian FIFA kepada Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17, pasti ada evaluasi. Tisha membeberkan salah satu catatannya adalah perencanaan.

Dia menjelaskan gap antara perencanaan dan implementasi yang sangat mepet terkadang bagi ilmu proyek manajemen di area FIFA mungkin unacceptable. Walaupun pada akhirnya berhasil menguncinya.

"Namun tetap (ada) gap di antara perencanaan versus implementasi. Kalau kami rencanakan A, ya implementasinya harus A. Tidak boleh A- apalagi B," kata Ratu Tisha pada Information Center di Solia Zigna, Jumat (1/12).

Ratu menjelaskan manajemen pihak di Indonesia secara keseluruhan memiliki sistem yang tidak seragam. Bicaranya bukan hanya PSSI, tapi juga pemerintah daerah, manajemen stadion, training side management, dan lain-lainnya.

"Sehingga terkadang cara monitoringnya itu menyulitkan bagi FIFA. Nah ini yang perlu kita tingkatkan. Bagaimana kita membentuk satu management event pertandingan yang lebih bisa terukur. Kemudian antara perencanaan dan implementasi juga tidak akan terlalu jauh perbedaannya," paparnya.

Itulah highlight evaluasi secara generiknya. Sisanya, setiap pertandingan pihaknya selalu melakukan daily briefing. Gunanya untuk meng-highlight evaluasi.

"Jadi segala sesuatu dari 50 pertandingan itu berjalan berprogres. Jadi yang paling penting ketika kami ngomongin sepak bola yang paling penting adalah progressnya," tambahnya.

Praktis, evaluasi dilakukan secara berkala. Tisha menyebutkan dari sisi operation, competition, safety and securty, dan sebagainya. "Tapi secara general evaluasi terpenting adalah yang tadi (perencanaan)," tambah Ratu.

Pagelaran Piala Dunia sudah sudah berjalan sejak 10 November lalu di empat venue. Dan Jerman versus Prancis di Stadion Manahan, 2 Desember jadi laga pamungkas di kompetisi ini.

Tisha juga mengungkapkan industri dan bisnis sepak bola di Indonesia semakin tumbuh setelah digelarnya Piala Dunia U-17 ini. 

Tisha mengaku cukup bangga dengan perusahaan anak bangsa itu karena memiliki visi misi yang sama dengan mengembangkan bisnis masyarakat dari akar rumput yang semua itu dirasa cocok dengan pengembangan industri dan bisnis sepak bola kedepannya.

“Angkanya cukup fantastis, karena aca lebih dari 500 ribu pekerjaan baru. Kedepan mungkin ini bisa kita optimalkan dengan pihak-pihak lain seperti Amartha yang bergerak dalam bidang pembiayaan untuk UMKM ini karena pedagang-pedagang di sekitar stadion itu memang basiknya pedagang yang ada di sekitar situ,” jelas dia.

Perkembangan industri dan bisnis sepak bola ini akan jadi lebih maksimal di masa mendatang menimbang PSSI tengah fokus menjalin kerja sama dengan 
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam perbaikan beberapa stadion.

Dengan stadion yang lebih baik itu kepastian event akan lebih baik juga kedepannya. Saat semua berjalan baik tentu dan ekonomi juga akan tumbuh.

“Saat ini Pak Erick Thohir (ketum PSSI) sedang fokus pada pembangunan infrastruktur di beberapa stadion yang pasti akan memiliki dampak ekonomi di kemudian hari."

Sinergi dengan FIFA ini pastinya dari segi bisnis juga akan menguntungkan agar perusahaan-perusahaan lokal bisa tampil di ajang internasional seperti ini khususnya saat Indonesia menjadi tuan rumah seperti ini,” beber Ratu Tisha. (nis/ves/nik/rei)

Grafis Manfaat buah dan kulit delima. (DINA/JPRM)
Grafis Manfaat buah dan kulit delima. (DINA/JPRM)
Photo
Photo
Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#fifa #evaluasi #Piala Dunia U-17