SOLOBALAPAN.COM - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, berkomentar tentang final Piala Dunia U-17 antara Jerman U-17 melawan Prancis U-17 yang akan dilangsungkan pada Sabtu (2/12/2023).
Kedua tim itu sukses melaju ke babak final setelah mengandaskan lawannya masing-masing di semifinal kemarin, Selasa (28/11/2023)
Jerman U-17 memastikan slot di final dengan memenangi adu penalti dengan Argentina U-17 setelah bermain sama kuat dengan skor 3-3 di waktu normal.
Di pihak lain, Prancis U-17 melaju usai mengandaskan 10 pemain Mali U-17 dengan skor 2-1.
Dilansir dari Antara, Erick Thohir pun memngucapkan selamat kepada dua tim yang telah lolos.
"Luar biasa. Dua pertandingan semifinal yang tegang dan seru. Selamat kepada Jerman dan Prancis yang sukses menembus final," kata Erick Thohir.
Tak lupa juga, pria berusia 53 tahun itu menyampaikan apresiasinya kepada Argentina U-17 dan Mali U-17.
"Walau tersingkir, Argentina dan Mali menunjukkan daya juang yang luar biasa. Hari ini kita disuguhkan pertandingan yang bermutu dan kelas dunia. Penuh drama sejak awal hingga akhir. Banyak gol hingga adu penalti dan kartu merah," sambungnya.
Selanjutnya, Erick Thohir menyampaikan pendapatnya tentang Jerman U-17 dan Prancis U-17.
Menurutnya, dua negara tersebut merupakan penggambaran dari kekuatan top dunia sepak bola Benua Biru.
"Dua negara yang berhadapan di partai final merupakan representasi kekuatan level elite sepak bola Eropa saat ini. Baik Jerman maupun Prancis memiliki gaya bermain berbeda. Kita akan disajikan tontonan yang berkelas," tuturnya.
Erick Thohir menambahkan masyarakat Indonesia hendaknya merasa beruntung karena bisa menyaksikan kedua tim tersebut berlaga dengan mata mereka langsung.
Pasalnya, pemain-pemain yang berlaga di final nanti kemungkinan akan menjadi pemain bintang dalam beberapa tahun lagi.
"Masyarakat Indonesia beruntung bisa menyaksikan aksi keduanya secara langsung. Entah tiga atau empat tahun lagi kita akan melihat pemain Jerman dan Prancis yang berlaga di final menjadi bintang dunia saat level senior nanti," tambah Erick Thohir. (rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro