SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Program pembebasan retribusi lebih dari 100 kios, los, dan pelataran di Pasar Jongke, Solo, belum mendapat respons pendaftaran yang optimal. Hingga Rabu (14/10/2026), baru 28 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mendaftarkan diri. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pun membuka kemungkinan memperpanjang masa pendaftaran.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Solo Agung Riyadi mengatakan, pendaftaran program tersebut sesuai rencana awal dibuka hingga 19 Oktober 2026. Setelah itu, para pendaftar akan menjalani proses kurasi bersama Dinas Perdagangan untuk menentukan kesesuaian jenis usaha dengan tempat yang tersedia.
“Dari 28 yang sudah daftar, akan dikurasi dulu dengan Dinas Perdagangan. Disesuaikan dengan ketersediaan kios, los, dan selasar serta kelengkapan administrasinya,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo.
Baca Juga: Viral Video Megawati Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo soal BPJS, Netizen X Ramai Protes
Agung menyebut, peluang pendaftaran masih terbuka. Jika jumlah pendaftar belum mencukupi untuk mengoptimalkan lebih dari 100 tempat yang disediakan, masa pendaftaran kemungkinan diperpanjang.
“Pendaftarannya masih kita buka sampai 19 Oktober. Dan bila memungkinkan, lebih dari seratus tempat itu nanti mungkin akan diperpanjang lagi. Nanti kita kurasi dulu,” ungkapnya.
Mayoritas Pendaftar Bergerak di Bidang Kuliner
Dari 28 UMKM yang telah mendaftar, mayoritas bergerak di bidang kuliner, baik makanan basah maupun makanan kering. Pelaku usaha tersebut nantinya akan ditempatkan sesuai ketersediaan ruang dan karakteristik usaha.
Sementara itu, area selasar juga disiapkan untuk menampung pelaku usaha kuliner, fesyen, hingga kerajinan atau craft.
“Kebanyakan usaha kuliner yang nantinya akan ditempatkan di lantai dua atau tiga di pasar,” imbuh Agung.
Baca Juga: Cara Bikin Kamar Kos Terlihat Lebih Luas Tanpa Beli Perabot Baru
Dalam proses kurasi, kelengkapan administrasi, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), menjadi salah satu aspek yang diperhatikan. Agung menilai, kepemilikan NIB semestinya tidak menjadi hambatan berarti bagi pelaku UMKM karena proses pengurusannya relatif mudah dan dapat diselesaikan dalam waktu singkat jika persyaratan terpenuhi.
Selain administrasi, komitmen dan konsistensi pedagang untuk menjalankan usaha juga menjadi perhatian. Pemkot Solo berharap fasilitas pembebasan retribusi tidak sekadar dimanfaatkan pada awal program, tetapi benar-benar mendorong aktivitas perdagangan di Pasar Jongke.
“Yang penting komitmen dan konsistensi. Jangan hanya ketika kiosnya digratiskan saja. Seperti yang disampaikan Mas Wali, pasarnya diramaikan. Ramai pedagangnya, ramai pembelinya,” tegasnya.
Puluhan Warga Aktif Bertanya soal Kios Gratis
Sementara itu, Lurah Pasar Jongke Ali Muchlison menyebut, kabar pembebasan retribusi kios mendapat perhatian cukup besar dari masyarakat. Ia mencatat sekitar 80 orang aktif mencari informasi melalui WhatsApp.
Baca Juga: Cara Mengawetkan Bunga Pemberian agar Bisa Disimpan sebagai Kenang-Kenangan
Calon peserta program berasal dari berbagai latar belakang. Ada pelaku usaha yang baru merintis bisnis, tetapi ada pula pedagang lama yang membutuhkan tempat berjualan dengan lebih aman.
“Ada juga yang baru mencari informasi karena baru mau mulai usaha, mumpung digratiskan,” ujarnya.
Meski demikian, Ali mengingatkan bahwa tidak semua kios yang terlihat tutup otomatis bisa ditempati pedagang baru. Sebagian kios masih memiliki pemilik meskipun sudah lama tidak digunakan.
Karena itu, penempatan pedagang baru akan diprioritaskan pada kios yang benar-benar kosong dan bisa dimanfaatkan sesuai ketentuan.
“Beberapa sudah banyak yang survei ke pasar untuk melihat lokasi mana saja yang ditawarkan, tetapi memang belum ada yang masuk berjualan karena proses pendaftaran masih dibuka,” jelasnya.
Baca Juga: Polemik Data Karhutla! Laporan BNPB Sebut 639 Hektare Terbakar, Kemenhut Ungkap Fakta Aslinya
Program pembebasan retribusi ini diharapkan mampu menarik lebih banyak pelaku UMKM untuk mengisi ruang usaha yang tersedia sekaligus menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Jongke. Namun, dengan baru 28 UMKM yang mendaftar sementara tempat yang disiapkan lebih dari 100, efektivitas sosialisasi dan daya tarik program masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Solo. (alf/an)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com