SOLOBALAPAN.COM – Persoalan tagihan makan dan minuman di sebuah restoran ternama di Kota Solo berujung pada aduan kepolisian.
Seorang mahasiswi berinisial HN (20) merasa dipermalukan setelah pihak restoran mengunggah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan sosoknya hingga foto mobil mewah yang ditumpanginya ke media sosial tanpa penyamaran (blur).
Lantaran merasa dirugikan dan dicemarkan nama baiknya, ibu kandung HN berinisial WN (53), dengan didampingi kuasa hukum Asri Purwanti, resmi mengadukan pengelola restoran tersebut ke Polresta Surakarta terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Kasus ini bermula dari kesalahpahaman pembayaran tagihan makanan dan minuman sebesar Rp530.200. HN dan ibunya saling mengira bahwa pihak lainnya telah menyelesaikan pembayaran tersebut di kasir.
Namun, alih-alih melakukan komunikasi langsung, pihak restoran memilih memublikasikan insiden itu ke akun Instagram resmi mereka hingga viral.
Baca Juga: Ajukan Naturalisasi, Apakah Taisei Marukawa Bisa Bela Timnas di Piala Asia 2027? Ini Analisisnya!
Kuasa hukum HN, Asri Purwanti, sangat menyayangkan sikap gegabah pengelola restoran.
Ia menyebut HN bukanlah pelanggan baru, melainkan sudah sering berkunjung bahkan pernah merayakan acara ulang tahun di tempat tersebut.
"Seharusnya dikomunikasikan terlebih dahulu. Kami ingin persoalan seperti ini tidak langsung dibawa ke media sosial tanpa tabayun terlebih dahulu," tegas Asri saat memberikan keterangan kepada media, Senin (12/10/2026).
Kronologi Kesalahpahaman Pembayaran
Asri membeberkan, peristiwa tersebut terjadi saat HN dan ibunya sepakat bertemu di restoran. Namun, keduanya datang dan pulang menggunakan kendaraan yang berbeda.
Usai menyantap hidangan, WN pamit pulang lebih awal karena ada urusan mendadak. Sementara itu, HN tetap bertahan di restoran untuk menunggu rekannya yang berencana menyusul.
Di sinilah miskomunikasi terjadi. HN mengira seluruh tagihan makan sudah dilunasi oleh ibunya. Sebaliknya, WN beranggapan sang putri yang akan membayar seluruh tagihan (open bill) setelah rekannya tiba.
"WN berpikir makannya akan dibayar putrinya yang masih menunggu temannya," jelas Asri.
Karena rekan yang ditunggu tak kunjung datang, HN akhirnya menuju ke mobil yang terparkir di area restoran dan menunggu di sana selama kurang lebih 30 menit. Selama berada di dalam kendaraan, HN mengaku tidak tahu jika tagihan makan tersebut ternyata belum terbayar.
Bahkan, saat ada seseorang yang mendatangi mobilnya, orang tersebut tidak mengetuk kaca atau memberi teguran tegas. HN mengira kedatangan orang tersebut hanya karena dirinya dianggap terlalu lama parkir.
Asri menegaskan, fokus masalah kliennya bukan pada nominal tagihan, melainkan dampak psikologis akibat unggahan video di media sosial. HN mengaku malu berat, trauma, dan tidak berani keluar rumah usai wajahnya viral.
Klarifikasi Pihak Restoran Grandma’s Signature
Di sisi lain, Supervisor Grandma’s Signature, Andreas Adi Wijaya, menyampaikan versi kronologi yang berbeda. Pihaknya mengklaim memiliki bukti rekaman CCTV dan saksi di lokasi kejadian.
Andreas menceritakan bahwa tim kasir sempat mengingatkan WN terkait tagihan yang belum dilunasi sebelum WN masuk ke dalam mobil. Petugas kasir bahkan menghampiri kendaraan untuk kembali mengingatkan kewajiban pembayaran.
"Dari tim kasir kami sudah menyampaikan bahwa tagihan itu belum terbayar," ungkap Andreas.
Namun, menurut Andreas, HN dan ibunya justru pergi meninggalkan area restoran tanpa menyelesaikan pembayaran hingga keesokan harinya.
Lantaran tidak memiliki kontak telepon pelanggan karena tak ada reservasi awal, pihak restoran sempat berupaya melacak lewat pelat nomor kendaraan, tetapi tidak menemukan kecocokan data.
Terkait unggahan di Instagram, Andreas membenarkan pihaknya mengunggah konten tersebut secara bertahap. Unggahan pertama menampilkan wajah dan pelat nomor yang disamarkan.
Namun, karena tidak ada iktikad baik selama 1 x 24 jam, pihak restoran mengunggah kembali video tanpa penyamaran pada Rabu (7/10/2026).
Tak lama setelah video tanpa sensor diunggah, pelanggan baru menghubungi restoran dan melunasi tagihan sebesar Rp530.200 tersebut.
Andreas menegaskan, pihak restoran langsung menghapus konten bermasalah tersebut satu jam setelah pembayaran diterima dan mengunggah postingan klarifikasi resmi di akun Instagram mereka. (atn/dam)
Editor : Damianus Bram