Kabel Internet Bikin Celaka di Sragen, Lima Provider Dipanggil tapi Tak Ada yang Mengaku

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 17:10 WIB
POLEMIK : Kabel nglewer di Sragen menyebabkan kecelakaan. (Ahmad Khairudin/solobalapan.com)
POLEMIK : Kabel nglewer di Sragen menyebabkan kecelakaan. (Ahmad Khairudin/solobalapan.com)

Sragen, SOLOBALAPAN.COM – Penelusuran kepemilikan kabel internet yang diduga menyebabkan kecelakaan hingga membuat Sumiatun, 41, warga Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Sragen, mengalami patah tulang kaki memasuki babak baru.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sragen memanggil lima penyedia jasa internet (ISP) yang memiliki infrastruktur jaringan di sekitar lokasi kejadian, Senin (5/10) pagi. Pemanggilan dilakukan untuk mengidentifikasi pemilik kabel fiber optic yang menjuntai rendah di Jalan Raya Tanon-Sumberlawang.

Lima provider yang hadir dalam proses identifikasi tersebut yakni PT Telkom, PT Eforte, PT Tower Bersama Infrastructure (TBG), PT Jaringan Lintas Arta (JLA), serta Fastlink.

Sekretaris Diskominfo Sragen Budi Yuwono mengatakan, pemanggilan dilakukan untuk melakukan verifikasi kepemilikan jaringan kabel di sekitar lokasi kecelakaan.

"Hari ini tadi kami panggil lima provider yang punya tiang di sekitar lokasi kejadian dalam rangka identifikasi dan verifikasi kepemilikan jaringan kabel fiber optic tersebut," ujar Budi saat dikonfirmasi, Senin (5/10).

Baca Juga: Info Nobar Timnas Indonesia di Kota Solo Gratis, Dukung Skuad Garuda Juara di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Belum Ada Provider yang Mengaku

Dari pertemuan tersebut, belum ada satu pun provider yang menyatakan kabel berukuran kecil dan melintang rendah di ruas Jalan Raya Tanon-Sumberlawang tersebut merupakan jaringan milik mereka.

Menurut Budi, jaringan milik ISP resmi umumnya memiliki penanda atau marking tertentu yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kepemilikannya.

"Sampai sekarang mereka belum merasa memiliki kabel tersebut karena dari penanda (mark) ISP yang dicari belum ketemu," jelasnya.

Meski demikian, Diskominfo tidak menghentikan penelusuran. Tim teknis dari masing-masing provider bersama Diskominfo masih melakukan pemeriksaan terhadap sisa bentangan kabel di sekitar lokasi.

Penelusuran dilakukan menggunakan perangkat khusus untuk melacak jaringan fiber optic. Langkah tersebut diharapkan dapat mengungkap asal dan pemilik kabel yang diduga menjadi penyebab kecelakaan Sumiatun.

"Pemeriksaan dan penelusuran terus dilakukan. Tapi kami belum berani menyebut nama atau melangkah ke pihak bersangkutan sebelum ada pembuktian resmi," tegas Budi.

Ia menambahkan, secara teknis pemilik jaringan seharusnya dapat dilacak menggunakan perangkat penelusur fiber optic. Diskominfo pun berkomitmen mengawal proses tersebut hingga identitas pemilik kabel diketahui.

"Harapan kami jelas, begitu pemilik kabel ketemu, mereka harus bertanggung jawab kepada korban agar penanganan medisnya bisa tuntas," pungkasnya.

Kabel Ngelewer Juga Ditemukan di Gawan

Persoalan kabel jaringan yang menjuntai rendah ternyata tidak hanya ditemukan di lokasi kecelakaan Sumiatun.

Kondisi serupa juga terjadi di ruas jalan utama Gawan-Suwatu, tepatnya di wilayah Desa Gawan, Kecamatan Tanon. Kabel jaringan internet di lokasi tersebut disebut telah menjuntai di depan rumah warga selama hampir tiga pekan.

Baca Juga: Jejer Gandrung Gurit Mangir, Jejak Kehidupan Agraris dalam Tari Banyuwangi.

Warga menyebut kondisi tersebut belum segera mendapat penanganan dari pemilik jaringan. Kabel yang kendur bahkan berpotensi mengganggu kendaraan yang melintas, terutama kendaraan dengan ukuran tinggi.

Kondisi kabel tersebut kemudian direkam warga dan diunggah ke media sosial melalui akun TikTok Mbah Jolo atau Jiting.

Jiting mengatakan, kabel tersebut sebenarnya sudah lama dalam kondisi kendur. Warga sempat berinisiatif menaikkannya ke atas pohon agar tidak mengganggu pengguna jalan.

"Sebenarnya sudah lama (kendur), tapi dulunya sempat saya sampirkan ke atas pohon agar tidak mengganggu. Kemarin ada angkutan tinggi yang lewat lagi, jadi kabelnya menjuntai turun lagi," kata Jiting saat dihubungi awak media.

Karena dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, Jiting kembali berinisiatif merapikan kabel tersebut secara mandiri.

Temuan tersebut kembali menjadi perhatian terhadap keberadaan jaringan kabel internet yang dipasang di ruang publik. Terlebih, kabel yang menjuntai terlalu rendah dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan apabila tidak segera ditangani.

Kasus kecelakaan yang dialami Sumiatun kini masih dalam proses penelusuran. Diskominfo Sragen belum menetapkan provider tertentu sebagai pemilik kabel yang diduga terkait dengan insiden tersebut hingga proses identifikasi dan pembuktian selesai. (din)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
kabel internet kabel provider kabel internet nglewer kecelakaan terjerat kabel internet sragen