SOLOBALAPAN.COM — Suasana di sekitar kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, mendadak memanas pada Kamis (10/9/2026).
Puluhan massa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Indonesia Bergerak (ARIB) melakukan aksi unjuk rasa mendadak di gang menuju rumah kediaman Jokowi.
Sambil membentangkan deretan poster bernada kritik pedas seperti "Jokowi Takut ke Pengadilan", "Bubarkan Geng Solo", hingga "Jokowi Jongos Oligarki", massa berjalan kaki menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Situasi di lokasi sempat diwarnai adu mulut dan aksi saling ejek yang sengit antara massa ARIB dengan relawan Jokowi yang berkumpul di sekitar lokasi.
Beruntung, eskalasi bentrokan berhasil diredam dengan cepat usai personel kepolisian dari Polresta Surakarta yang bertugas mengamankan area langsung menenangkan kedua belah pihak.
Baca Juga: Wali Kota Dalami Aduan Orangtua soal Dugaan Guru Cubit-Tampar Siswa SDN Harjodipuran
Gagal Tatap Muka, Titip Surat Pengingat Lewat Paspampres
Meskipun telah berorasi selama kurang lebih 30 menit, keinginan massa ARIB untuk beraudiensi secara langsung dengan Jokowi belum terwujud lantaran keterbatasan prosedur kunjungan resmi.
Perwakilan Paspampres serta ajudan pribadi Jokowi akhirnya keluar menemui massa untuk menerima surat resmi serta sebuah plakat khusus yang dibawa rombongan unjuk rasa.
Koordinator ARIB, Bangun Satoto, menegaskan bahwa kedatangan kelompoknya bukan untuk memicu kerusuhan di Kota Solo, melainkan bentuk pengingat atas rekam jejak politik Jokowi yang dinilai masih memengaruhi dinamika nasional.
"Kami ARIB pada hari ini ingin sampaikan sepucuk surat dan sebuah plakat untuk Jokowi. Kami ingatkan kembali Joko Widodo sebagai mantan Presiden ke-7. Fakta membuktikan meskipun beliau tidak menjabat, rezim beliau masih cukup kuat di negeri ini," tegas Bangun Satoto, Kamis (10/9/2026).
Penjelasan Ajudan Jokowi: Beliau Pasti Baca Semua
Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, mengonfirmasi bahwa seluruh dokumen aspirasi dan plakat peninggalan aksi tersebut telah diterima pihak protokol kediaman dengan baik.
Ia memastikan seluruh catatan serta permohonan audiensi massa ARIB bakal diteruskan secara langsung kepada mantan presiden tersebut.
"Surat dan plakat sudah diterima dan nantinya akan diserahkan ke Pak Jokowi. Tadi sudah diterima dan dibaca dengan baik. Beliau pasti baca semua. Soal keinginan bertemu, nanti jadwalnya beliau yang memutuskan," tandas AKBP Syarif.
Usai penyerahan berkas tersebut, massa ARIB akhirnya membubarkan diri secara tertib. (dam)
Editor : Damianus BramSumber : Solo Balapan