SOLOBALAPAN.COM - Pasar sayur di Boyolali tidak hanya ramai di kawasan Cepogo. Di sisi timur kabupaten, Pasar Mangu atau Pasar Kebon Agung di Kecamatan Ngemplak juga menjadi salah satu tempat berlangsungnya perdagangan hasil pertanian sejak dini hari.
Pasar tersebut berada di Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak. Lokasinya berada di kawasan Mangu-Nogosari dan tidak jauh dari Bandara Adi Soemarmo. Nama Pasar Mangu masih cukup melekat di masyarakat, meski pasar tersebut kini dikenal secara resmi sebagai Pasar Kebon Agung.
Salah satu hal yang menarik dari pasar ini adalah waktu aktivitas perdagangan. Ketika sebagian besar masyarakat masih beristirahat, kawasan pasar sudah mulai digunakan untuk aktivitas jual beli sayuran.
Berbeda dari pasar tradisional yang biasanya mulai ramai pada pagi hari, aktivitas jual beli sayur di Pasar Mangu telah berlangsung sejak malam hingga dini hari dan berlanjut hingga waktu berikutnya.
Hal tersebut membuat Pasar Mangu dikenal sebagai salah satu pasar sayur dengan aktivitas perdagangan yang panjang. Sayuran yang masuk ke pasar tidak hanya diperuntukkan bagi pembeli rumah tangga, tetapi juga menjadi bagian dari perputaran perdagangan antarpedagang.
Hasil pertanian dari berbagai daerah dikumpulkan untuk kemudian diperjualbelikan kembali. Aktivitas tersebut membuat pasar tetap ramai sejak pagi buta.
Pasar ini juga tidak terpisahkan dari aktivitas pertanian di Kecamatan Ngemplak. Sejumlah wilayah di kecamatan tersebut menghasilkan berbagai tanaman pangan dan sayuran yang kemudian dipasarkan melalui Pasar Mangu maupun pasar lainnya.
Bayam menjadi salah satu komoditas yang dihasilkan di wilayah Ngemplak. Beberapa desa seperti Sobokerto, Sindon, Gagaksipat, Dibal dan Ngesrep merupakan daerah produksi bayam. Hasil pertanian tersebut kemudian masuk ke jalur perdagangan, termasuk melalui pasar di Ngesrep.
Baca Juga: Langkah Gugatan Rekonvensi Sarwendah Ancam Hak Asuh Anak Ruben Onsu, Kuasa Hukum Buka Suara
Tak hanya menjadi tempat bertemunya pedagang dan pembeli, Pasar Mangu juga berperan dalam distribusi hasil pertanian. Sayuran yang masuk ke pasar kemudian dipasok kembali oleh pedagang untuk dijual ke berbagai tempat lain
Pasar ini juga telah mengalami perubahan dari sisi tempat. Pasar Kebon Agung dibangun untuk menggantikan Pasar Mangu lama. Penataan kemudian dibangun dengan menyediakan area perdagangan serta fasilitas untuk kegiatan pedagang.
Meski mengalami perubahan nama, sebutan Pasar Mangu yang sudah dikenal sejak lama tetap diakui masyarakat hingga kini. Kedua nama tersebut pun merujuk pada kawasan pasar yang sama.
Baca Juga: Sering Dianggap "Makanan Kampung" Singkong Rebus Kaya Manfaat Luar Biasa
Jika Pasar Cepogo lebih sering dikenal sebagai salah satu kawasan perdagangan sayuran di Boyolali, Pasar Mangu menunjukkan adanya aktivitas serupa di wilayah timur. Bedanya, waktu perdagangan sayur di pasar ini tidak hanya berlangsung ketika pagi telah tiba.
Aktivitas yang dimulai sejak malam membuat kawasan pasar sudah ramai, saat sebagian besar wilayah masih sepi. Memasuki pagi, aktivitas perdagangan kemudian terus berjalan mengikuti kebutuhan pedagang dan pembeli.
Pasar Mangu tidak hanya menarik karena jam operasionalnya yang panjang. Aktivitas perdagangan sayuran yang dimulai sejak malam hari menjadi salah satu hal yang membuat pasar ini berbeda. Hingga pagi hari, kegiatan jual beli masih terus berlangsung dengan aktivitas pedagang dan distribusi hasil pertanian yang silih berganti. (hanifatuz zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber