SOLOBALAPAN.COM — Upaya penanganan kebakaran hebat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo, terus diintensifkan.
Memasuki Senin (7/9/2026), armada helikopter Polri tercatat sukses merampungkan 56 kali aksi water bombing (bom air) dengan memuntahkan total sekitar 28.000 liter air dari udara.
Air pasokan bom air tersebut diambil secara berkala langsung dari aliran Sungai Bengawan Solo.
Selama tiga hari operasi udara, helikopter menyiramkan air sebanyak 26 kali pada hari pertama, 20 kali pada hari kedua, dan 10 kali penyiraman pada hari ketiga.
Langkah taktis dari udara tersebut sangat efektif menggempur titik-titik api utama serta lokasi tumpukan sampah curam yang sulit dijangkau armada pemadam darat.
Mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, Kasat Samapta Polresta Surakarta Kompol Edi Sukamto mengungkapkan bahwa setelah pemadaman udara rampung, fokus tim kini dialihkan pada operasi penyisiran dan pendinginan jalur darat.
"Kami bersama tim gabungan terus melakukan patroli dan pemantauan di sejumlah titik, khususnya lokasi yang masih mengeluarkan asap. Setiap titik yang ditemukan langsung kami lakukan pemadaman agar tidak kembali menjadi api," tegas Kompol Edi Sukamto, Senin (7/9/2026).
Baca Juga: Prihatin Kebakaran TPA Putri Cempo Tak Kunjung Padam, Pemkot Solo Gelar Salat Istisqa di Balaikota
Bara Api Sembunyi di Kedalaman Tumpukan Sampah
Fokus penyisiran darat oleh personel Satuan Samapta Polresta Surakarta bersama tim gabungan TNI, Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo Raya, dan relawan menyasar area Blok C TPA Putri Cempo.
Kondisi gunungan sampah yang sangat tebal menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Pasalnya, kendati kobaran api di permukaan telah berhasil dipadamkan, potensi bara api bawah tanah (ground fire) masih sangat tinggi untuk memicu kebakaran susulan jika tertiup angin kencang.
Di bawah sengatan cuaca panas, para petugas terus berjibaku di antara aroma menyengat dan tumpukan sampah untuk menyiramkan air ke setiap celah yang memercikkan asap.
"Kami tidak ingin lengah. Meskipun api sudah berhasil dikendalikan, titik-titik asap tetap harus diantisipasi karena masih berpotensi menimbulkan kebakaran kembali," imbuh Edi.
Personel Gabungan Tetap Bersiaga Penuh
Hingga Senin sore, puluhan personel gabungan masih disiagakan penuh di kawasan TPA Putri Cempo. Patroli berkala terus dijalankan untuk memastikan seluruh zona dinyatakan benar-benar aman dan bebas dari bahaya ancaman kebakaran berulang.
Polresta Surakarta memastikan sinergi penanganan di lapangan bersama Pemkot Solo dan instansi terkait bakal terus digulirkan hingga kondisi TPA Putri Cempo dinyatakan kondusif 100 persen. (atn/dam)
Editor : Damianus BramSumber : Solo Balapan