BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM — Kabupaten Boyolali hingga kini belum terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali meningkatkan kewaspadaan dan melakukan koordinasi dengan seluruh puskesmas sebagai langkah antisipasi.
Langkah tersebut dilakukan menyusul diterbitkannya Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan RI Nomor KL.01.02/A/17765/2026 tentang kesiapsiagaan menghadapi dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, FX Kristandiyoko, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala puskesmas untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan apabila sewaktu-waktu terjadi perubahan kondisi.
"Daerah Boyolali tidak berdampak njih mas. Namun kami sudah mengkoordinasikan dengan kepala puskesmas (untuk persiapan)," jelas Kristandiyoko saat dikonfirmasi, Senin (7/9/2026).
Fasilitas Kesehatan Diminta Siaga
Dalam SE Kemenkes tersebut, fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak diminta meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan kesehatan akibat penurunan kualitas udara.
Fasilitas kesehatan juga diminta memastikan ketersediaan masker N95 dan obat-obatan esensial, termasuk bronkodilator serta inhaler.
Selain itu, pemantauan terhadap kelompok rentan juga menjadi perhatian. Kelompok tersebut antara lain balita, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan riwayat asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan penyakit jantung.
Baca Juga: Rilis Resmi BNPB: Ini 3 Daerah Paling Parah Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau!
Paparan abu vulkanik dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari gangguan saluran pernapasan, iritasi mata, gangguan kulit, hingga risiko kontaminasi air dan pangan.
Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat berkurangnya jarak pandang dan jalan yang menjadi licin karena tertutup abu.
Dinkes Boyolali Siapkan Tiga Langkah
Meski belum terdampak, Dinkes Boyolali telah menjalankan tiga langkah utama sesuai arahan Kementerian Kesehatan.
Ketiga langkah tersebut meliputi kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan, surveilans dan koordinasi, serta edukasi kepada masyarakat.
Kristandiyoko mengatakan kesiapan tersebut juga didukung pengalaman penanganan erupsi Gunung Merapi yang sebelumnya pernah dihadapi masyarakat Boyolali.
"Hingga saat ini belum ada laporan di Boyolali yang terkait abu vulkanik. Apabila memang masuk ke Boyolali, kami sudah siap seperti pengalaman (erupsi) Merapi," tegasnya.
Warga Diminta Waspada Jika Abu Vulkanik Masuk
Dinkes mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak untuk tetap mengikuti informasi resmi dan menerapkan langkah perlindungan diri.
Jika abu vulkanik mulai masuk ke wilayah permukiman, masyarakat dianjurkan tetap berada di dalam ruangan, menutup pintu dan jendela, serta membersihkan abu dengan cara dibasahi terlebih dahulu agar tidak mudah beterbangan.
Sementara bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan alat pelindung seperti masker N95, KN95, KF94, atau FFP2, kacamata pelindung, serta pakaian berlengan panjang dianjurkan.
Dinkes Boyolali juga meminta masyarakat, terutama kelompok rentan, segera mendapatkan pemeriksaan di puskesmas apabila mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik.
"Namun kami imbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk segera ke Puskesmas jika mengalami batuk terus-menerus, sesak napas, nyeri dada, atau mata merah dan nyeri," ujarnya.
Terus Pantau Informasi Resmi
Dinkes Boyolali memastikan pemantauan kondisi akan terus dilakukan. Informasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi sebaran abu vulkanik akan mengacu pada sumber resmi pemerintah.
"Dinkes Boyolali akan terus mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BMKG, dan BNPB terkait arah sebaran abu," pungkas Kristandiyoko.
Dengan koordinasi antara Dinkes, puskesmas, dan instansi terkait, Boyolali diharapkan tetap siap menghadapi kemungkinan perubahan arah sebaran abu vulkanik tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. (fid/an)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com