SOLOBALAPAN.COM – Dampak musim kemarau di Kabupaten Sukoharjo dilaporkan kian meluas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo mencatat sedikitnya tiga kecamatan dan sembilan desa mengalami krisis air bersih hingga Minggu (23/8/2026).
Menanggapi kondisi tersebut, distribusi bantuan air bersih terus digencarkan secara masif. Hingga saat ini, BPBD Sukoharjo bersama jajaran terkait telah menyalurkan sebanyak 1.266.500 liter air bersih yang diangkut menggunakan 231 armada truk tangki.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengonfirmasi bahwa sebaran wilayah terdampak meliputi Kecamatan Tawangsari, Bulu, dan Weru. Total penanganan saat ini mencakup sekitar 970 Kepala Keluarga (KK) atau 3.300 jiwa.
“Distribusi air bersih terus kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan. Wilayah yang mengalami kesulitan air terus kami pantau,” terang Ariyanto, Senin (24/8/2026).
Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Ratas Malam-malam di Hambalang, Ada Apakah?
Rincian Wilayah Terdampak Bantuan Air Bersih
Penyaluran air bersih menyasar ke sejumlah titik permukiman warga serta fasilitas pendidikan:
Kecamatan Tawangsari: Bantuan disalurkan ke Desa Kedungjambal (372 KK / 1.082 jiwa), Desa Pundungrejo, serta fasilitas sekolah SMPN 3 Tawangsari.
Kecamatan Bulu: Distribusi air menyasar Desa Kunden, Kedungsono, dan Ngasinan.
Kecamatan Weru: Penanganan difokuskan ke Desa Weru, Jatingarang, Tawang, Karangmojo, hingga SDN 2 Ngereco.
Pemanfaatan APBD dan Dukungan CSR
Ariyanto menjelaskan bahwa skema penanganan krisis air ini memanfaatkan pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dikolaborasikan dengan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai pihak swasta dan organisasi masyarakat.
“Selain dari APBD, kami juga mendapatkan dukungan dari pihak-pihak melalui CSR. Ini sangat membantu dalam memperluas jangkauan distribusi air bersih kepada masyarakat,” paparnya.
BPBD Sukoharjo memastikan pemantauan rutin akan terus dilakukan di daerah-daerah rawan guna menjamin kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih tetap terpenuhi sepanjang musim kemarau. (dam)
Editor : Damianus Bram