Joget Tak Pantas di Depan Gamelan Pendopo Ageng ISI Surakarta Viral, Pihak Kampus Minta Maaf!

Antonius Christian • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:25 WIB
Unggahan video yang memperlihatkan aksi sejumlah mahasiswa berjoget dengan gerakan kurang pantas saat penutupan Expo UKM di Pendopo Ageng ISI Surakarta mendadak viral di media sosial. (ISTIMEWA)
Unggahan video yang memperlihatkan aksi sejumlah mahasiswa berjoget dengan gerakan kurang pantas saat penutupan Expo UKM di Pendopo Ageng ISI Surakarta mendadak viral di media sosial. (ISTIMEWA)

 

SOLOBALAPAN.COM – Unggahan video yang memperlihatkan aksi sejumlah mahasiswa berjoget dengan gerakan kurang pantas saat penutupan Expo UKM di Pendopo Ageng Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta mendadak viral di media sosial.

Aksi tersebut menuai gelombang kritik tajam dari warganet. Pasalnya, Pendopo Ageng ISI Surakarta dikenal kental dengan nilai-nilai tradisi dan kebudayaan Jawa. Keberadaan perangkat gamelan di sekitar lokasi joget kian memicu sorotan publik.

Kepala Bagian Akademik, Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKK) ISI Surakarta, Esha Karwinarno, membenarkan insiden tersebut terjadi pada Jumat (21/8/2026) malam.

"Itu acara anak-anak closing, joget-joget karena musik. Mungkin ada yang merekam hal-hal yang bukan performing-nya, malah hal-hal sampingannya," ujar Esha, Sabtu (22/8/2026).

Baca Juga: Jual Beli Kursi Maba Unsoed Tembus Rp650 Juta! KPK: Praktik Korupsi Ini Terjadi di 3 Fakultas

Kampus Tegaskan Tidak Ada Pengaruh Miras

Esha menjelaskan, Expo UKM merupakan agenda resmi pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa bagi mahasiswa baru.

Sebelum acara penutupan, rangkaian sajian seni tradisi sebenarnya berjalan tertib. Namun seusai acara resmi, sejumlah mahasiswa spontan naik ke panggung meluapkan kegembiraan.

Pihak kampus membantah tuduhan bahwa aksi tersebut dipicu oleh minuman keras.

"Tidak ada pengaruh miras dan lain sebagainya. Itu murni anak-anak bersukaria, happy-happy setelah acara selesai," jelasnya.

Kendati demikian, kampus menyadari kesalahan penggunaan ruang. Pendopo Ageng seharusnya difungsikan khusus untuk kegiatan sakral, formal, serta seni tradisi Jawa seperti tari dan karawitan.

"Pendopo itu memang tempat untuk sajian yang sesuai peruntukannya. Konsep pendopo kan Jawa, sehingga yang paling tepat sajian di situ adalah tradisi dan budaya Jawa. Kami meminta maaf kepada semua pihak yang merasa terusik," ungkap Esha.

Evaluasi dan Klarifikasi Mahasiswa

Pihak rektorat telah memanggil dan meminta klarifikasi dari para mahasiswa yang ada di dalam video.

Kendati mahasiswa telah menyampaikan permohonan maaf terbuka melalui kanal organisasi, pihak kampus masih berkoordinasi terkait kemungkinan sanksi disiplin.

Kejadian ini menjadi evaluasi besar bagi ISI Surakarta. Pihak kampus berencana memperketat pengawasan serta membekali mahasiswa—yang berasal dari latar belakang beragam—dengan edukasi tata krama penggunaan ruang berkeilmuan budaya.

"Kami sebenarnya sudah punya standarisasi. Tetapi karena momennya hanya beberapa menit di akhir, itu agak kecolongan. Ke depan akan lebih selektif lagi," pungkas Esha. (atn/dam)

Editor : Damianus Bram
pendopo ageng viral isi surakarta joget