Solo Safari Ungkap Kronologi Orang Utan Lepas, Pengamanan Bakal Diperketat

Antonius Christian • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:40 WIB
Solo Safari ungkap kronologi orang utan kabur dari exhibit. Meski pengamanan berlapis lengkap, kepandaian satwa jadi pemicunya.
Solo Safari ungkap kronologi orang utan kabur dari exhibit. Meski pengamanan berlapis lengkap, kepandaian satwa jadi pemicunya.

 

SOLOBALAPAN.COM – Manajemen Solo Safari akhirnya angkat suara terkait insiden lepasnya seekor orang utan dari area enclosure hingga berkeliaran ke luar kawasan, Selasa (18/8/2026) sore.

Pihak pengelola memastikan primata jantan berusia sekitar 30 tahun tersebut kini dalam kondisi sehat dan sudah dikembalikan ke habitat buatannya.

General Manager Solo Safari, Miyana Haritna, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama begitu mendengar laporan keberadaan orang utan di luar area.

Tim khusus langsung dikerahkan untuk melakukan tindakan pengamanan dan evakuasi secara terukur.

"Yang pertama kami utamakan keselamatan masyarakat. Berkaitan dengan video yang sudah beredar luas, itu menjadi pembelajaran bagi kami," ungkap Miyana, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga: Orang Utan Solo Safari Lepas ke Jalanan, DPRD Kota Surakarta Desak Evaluasi SOP dan Pengamanan Satwa

Kronologi Kejadian: Lolos dari Pengecekan Setengah Jam

Miyana menjelaskan, insiden ini terdeteksi saat petugas menjalankan prosedur pemeriksaan berkala. Petugas terakhir kali memeriksa keberadaan satwa pada pukul 14.30 WIB. Namun, saat pengecekan berikutnya pukul 15.00 WIB, exhibit sudah dalam keadaan kosong.

Tim internal langsung menyisir seluruh area. Pada pukul 15.10 WIB, manajemen menerima laporan bahwa orang utan tersebut telah berada di pemukiman warga sekitar.

"Begitu kami mendapatkan informasi pukul 15.10 dia ada di area luar, kami langsung amankan. Pukul 15.30 sampai 15.40 sudah kami bawa kembali ke enclosure atau exhibit," terangnya.

Usai dievakuasi, tim medis dan animal keeper langsung memeriksa kesehatan satwa tersebut.

"Bisa dilihat tadi orang utan kami dalam keadaan sehat walafiat dan tidak ada kendala apa pun, sangat aktif," lanjutnya.

Kecerdasan Satwa Mampu Terobos Pagar Listrik dan Pembatas

Miyana membeberkan bahwa area Solo Safari sebenarnya telah dilengkapi dengan sistem pengamanan berlapis standar SOP Taman Safari Group.

Perlindungan enclosure meliputi pembatas fisik (barrier), kabel electric fence (kawat berarus listrik), serta danau dan pulau buatan.

Namun, tingginya kecerdasan serta rasa ingin tahu yang besar membuat orang utan jantan tersebut mampu menemukan celah untuk menerobos seluruh rintangan keamanan.

"Orang utan itu satwa yang sangat curious, rasa ingin tahunya tinggi. Itu perilaku alamiah. Dia sangat pandai dan bisa melewati barrier yang sudah kami tentukan," jelas Miyana.

Pasca-kejadian, seluruh peralatan keamanan diperiksa intensif, termasuk aliran arus electric fence yang berfungsi memberikan efek kejut tanpa mencederai satwa. Hasil tes menunjukkan seluruh perlengkapan berfungsi normal.

Evaluasi Total dan Permohonan Maaf

Sistem enclosure di Solo Safari dirancang menyerupai habitat alami (open space) tanpa kandang besi tertutup agar satwa bisa beraktivitas bebas. Pada malam hari, satwa baru dipindahkan ke ruangan holding khusus untuk beristirahat.

Atas insiden ini, manajemen Solo Safari berkomitmen mengintensifkan pengawasan harian dan memperketat sistem keamanan agar kejadian serupa tidak berulang.

"Tim kami semuanya profesional dan terlatih. Satwa juga kooperatif sehingga evakuasi berjalan cepat. Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi dan memohon maaf atas kekhawatiran yang timbul akibat kejadian ini," tutup Miyana. (atn/dam)

Editor : Damianus Bram
Sumber : Solo Balapan
kabur tstj Solo Safari orang utan