Orang Utan Solo Safari Lepas ke Jalanan, DPRD Kota Surakarta Desak Evaluasi SOP dan Pengamanan Satwa

Damianus Bram • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:12 WIB
Seekor orang utan koleksi Solo Safari lepas dan sempat berkeliaran di Jalan KH Maskyur, Solo. (istimewa)
Seekor orang utan koleksi Solo Safari lepas dan sempat berkeliaran di Jalan KH Maskyur, Solo. (istimewa)

 

SOLOBALAPAN.COM – Insiden lepasnya seekor orang utan koleksi Solo Safari hingga berkeliaran di Jalan KH Maskyur, Jebres, Solo pada Selasa (18/8/2026) sore memicu perhatian serius dari DPRD Kota Surakarta.

Para legislator mendesak manajemen Solo Safari untuk melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya terkait standar operasional prosedur (SOP) dan sistem pengamanan kandang satwa.

Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta, Daryono, menegaskan kejadian tersebut sangat membahayakan keselamatan warga sekitar dan pengguna jalan sehingga tidak boleh dianggap remeh.

"Secara umum perlu evaluasi secara menyeluruh kenapa satwa bisa lepas. Ini relatif membahayakan masyarakat sekitar. Perlu evaluasi menyeluruh di manajemen Solo Safari," tegas Daryono.

Daryono mempertanyakan penerapan SOP pengamanan satwa di tempat wisata tersebut. Menurutnya, evaluasi mendalam harus dilakukan untuk menemukan celah yang menjadi penyebab satwa lindung tersebut bisa meloloskan diri.

"Kalau saya melihat sebenarnya SOP ini menjadi standar operasional dari sebuah perusahaan. Dari kasus ini kita mempertanyakan bagaimana SOP dalam konteks penanganan satwa yang dikelola," ujarnya.

Ia juga meminta manajemen Solo Safari memperketat sistem keamanan sebagai langkah preventif agar peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang.

Senada dengan hal itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Surakarta, Honda Hendarto, mendesak Perumda Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) selaku pengelola untuk memeriksa ulang seluruh sistem pengamanan area satwa.

"Perumda TSTJ wajib evaluasi kinerja, kenapa sampai ucul (lepas). Agar hal tersebut tidak terulang lagi di kemudian hari untuk semua jenis hewan yang ada di sana. Jangan sampai menimbulkan ketakutan, apalagi sampai merugikan masyarakat sekitar," kata Honda.

Bikin Panik Warga dan Sempat Merobohkan Dua Motor

Kehadiran orang utan tersebut sempat memicu kepanikan luar biasa di sepanjang Jalan KH Maskyur. Satwa yang melompati pagar Solo Safari itu dilaporkan masuk ke area pertokoan hingga kawasan rumah kos.

Eko, seorang juru parkir di sekitar lokasi, menceritakan bahwa satwa tersebut melompat dari pagar sebelah timur dan berjalan menuju toko buah sebelum akhirnya merobohkan dua unit sepeda motor warga.

"Itu lompat pagar, timur warung. Dia jalan sampai ke toko buah, menjatuhkan sepeda motor, dua motor, terus masuk ke sini. Tadi pembeli takut. Pintu warung saya tutup, pembeli pada di dalam semua," ungkap Eko.

Petugas gabungan dari Solo Safari yang tiba di lokasi langsung melakukan tindakan evakuasi terukur. Proses evakuasi yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut berjalan dramatis dan diduga menggunakan prosedur pembiusan hingga situasi berhasil terkendali.

Baca Juga: Kehabisan Bekal Hingga Overstay di Bali, Bule Norwegia yang Sempat Viral Gara-gara Ogah Bayar Salon di Canggu Akhirnya Dijebloskan ke Rudenim dan Terancam Dideportasi!

Manajemen Solo Safari Sampaikan Permohonan Maaf

Juru Bicara Solo Safari, Danu Widi Krismara, membenarkan insiden tersebut dan mengonfirmasi bahwa orang utan telah berhasil diamankan kembali ke dalam exhibit Solo Safari.

"Ya benar ada kejadian itu (orang utan lepas). Saat ini hewan tersebut dalam penanganan petugas kesehatan hewan Solo Safari. Proses penanganan dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan satwa, sesuai prosedur yang berlaku," jelas Danu.

Danu menegaskan bahwa pihak manajemen langsung menggelar evaluasi internal untuk memperketat sistem keamanan serta menelusuri penyebab pasti satwa tersebut dapat keluar dari kandang.

"Setelah situasi terkendali, aspek prosedur dan sistem pengamanan diperketat. Hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk penguatan pengamanan guna memastikan kejadian serupa dapat diminimalkan di kemudian hari. Kami meminta maaf atas kejadian ini dan akan meningkatkan keamanan," pungkasnya. (atn/ves/dam)

Editor : Damianus Bram
orang utan lepas tstj DPRD Kota Surakarta Solo Safari orang utan