SOLOBALAPAN.COM – Musibah kebakaran hebat melanda sebuah bangunan kandang ayam berukuran 12x80 meter di Dukuh Kedungdowo RT 04/RW 07, Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Selasa (18/8/2026) pagi.
Api baru berhasil dipadamkan total sekitar pukul 11.00 WIB setelah petugas pemadam kebakaran gabungan sempat mengalami kendala kekurangan suplai air di lokasi kejadian.
Insiden kebakaran tersebut pertama kali dipergoki oleh warga yang hendak pergi ke sawah sekitar pukul 07.00 WIB.
Melihat gumpalan asap dan kobaran api membubung dari kandang milik Suryani, warga bergegas memanggil warga lainnya untuk melancarkan aksi pemadaman awal.
Aksi dramatis terjadi saat warga memasuki area lokasi. Di dalam kandang, penjaga yang bertugas ternyata masih tertidur pulas dan tidak menyadari bahaya api yang kian membesar.
Warga bergerak cepat membangunkan penjaga hingga selamat dari maut, sementara warga lain menghubungi tim Damkar Boyolali.
Petugas Sempat Terhambat Suplai Air di Lokasi
Menerima laporan darurat pada pukul 07.05 WIB, Regu 02 dan Regu 04 Damkar Boyolali langsung meluncur dari Mako Induk.
Proses pemadaman turut disokong oleh armada Damkar Solo, personel TNI, Polri, serta perangkat desa setempat.
Kabid Damkar Satpol PP Boyolali, Supriyono, mengungkapkan bahwa proses penjinakan api sempat mengalami hambatan lantaran minimnya pasokan air di area sekitar.
“Laporan kebakaran saat api sudah besar. Penjaga ayam itu tidur, jadi yang laporan malah warga sekitarnya. Itu (petani) yang membangunkan penjaga yang tertidur,” jelas Supriyono, Selasa (18/8/2026).
Ia menambahkan, konstruksi kandang ayam yang terbuat dari bahan kayu, bambu, baja ringan, serta atap galvalum membuat si jago merah menyebar dengan sangat cepat.
Setelah suplai air dari armada bantuan terpenuhi, kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga pukul 11.00 WIB.
Dugaan Sementara: Kerusakan Kabel Listrik, Kerugian Capai Rp1 miliar
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dari pihak manusia dalam peristiwa ini. Dugaan sementara menyebutkan bahwa sumber api bermula dari korsleting instalasi listrik di dalam kandang.
Akibat kejadian itu, 15.000 ekor ayam DOC usia 7 hari mati dan kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Selain ayam, 13 sak pakan, 1 set genset, 4 blower, dan 10 tabung gas 3 kg juga ikut terbakar.
Kasus musibah kebakaran ini telah dilimpahkan ke jajaran Polsek Ngemplak untuk penyelidikan lebih lanjut.
"Giat berjalan mandali. Kami imbau warga agar lebih waspada, terutama di musim kemarau seperti ini. Pastikan instalasi listrik aman dan tidak ada sumber api yang ditinggal," pungkas Supriyono. (fid)
Editor : Damianus Bram