SRAGEN — Kondisi perlintasan sebidang jalur kereta api di Gambiran, Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen, menjadi sorotan warga. Perbaikan di lokasi tersebut disebut belum rampung dan selama sekitar sepekan terakhir permukaan jalan di sekitar rel masih dibiarkan berupa batuan dan kerikil lepas.
Kondisi tersebut dikeluhkan pengguna jalan karena membuat kendaraan, terutama sepeda motor, harus lebih berhati-hati ketika melintas. Permukaan jalan yang belum diperkeras dinilai berpotensi membahayakan, terlebih perlintasan tersebut merupakan salah satu jalur yang cukup ramai.
Salah seorang warga, Tono, mengatakan kondisi batu dan kerikil di sekitar rel membuat perjalanan menjadi tidak nyaman.
"Jika tidak hati-hati, pijakan batu di rel bisa membahayakan dan tentu tidak nyaman untuk berkendara," ujar Tono.
Menurutnya, perlintasan Gambiran memiliki peran penting bagi aktivitas warga. Setiap hari, jalur tersebut ramai dilalui anak-anak sekolah maupun buruh pabrik.
Karena itu, warga berharap proses pemeliharaan segera dituntaskan sehingga kondisi jalan dapat kembali normal. Selain mengganggu kenyamanan, kondisi permukaan jalan yang belum diperkeras dikhawatirkan meningkatkan risiko kecelakaan di perlintasan kereta api yang masih aktif.
Berpotensi Picu Kemacetan
Warga juga mengkhawatirkan kondisi tersebut dapat berdampak terhadap arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Pasalnya, tidak jauh dari perlintasan terdapat traffic light. Ketika arus kendaraan padat, kondisi jalan yang berbatu dapat membuat laju kendaraan melambat. Jika tidak segera diselesaikan, situasi tersebut berpotensi memicu antrean hingga kemacetan.
Warga pun mendesak pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut agar segera melakukan pengerasan dan menyelesaikan seluruh tahapan pemeliharaan.
Lurah Sine Benarkan Perbaikan Belum Rampung
Lurah Sine, Gilang Akbar Dahana, membenarkan adanya pekerjaan pemeliharaan di kawasan perlintasan Gambiran. Menurutnya, pekerjaan tersebut diperkirakan telah berlangsung lebih dari sepekan.
Gilang menyebut pengerjaan kemungkinan dilakukan secara bertahap atau berurutan di sepanjang jalur perlintasan.
"Soal keluhan memang banyak disampaikan karena itu jalur aktif. Pihaknya berharap segera dinormalkan kembali karena berbahaya dan merupakan jalur yang sangat ramai," kata Gilang.
Baca Juga: Messi Kembali Gagal dari Titik Putih, Inter Miami Dipermalukan Nashville SC 1-4
Ia berharap pekerjaan tersebut segera diselesaikan sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal dan pengguna jalan tidak lagi terganggu oleh kondisi perlintasan yang masih berbatu.
Warga kini menunggu langkah konkret dari pihak terkait untuk menuntaskan perbaikan. Mengingat tingginya aktivitas kendaraan dan banyaknya anak sekolah serta pekerja yang menggunakan jalur tersebut, kondisi perlintasan diharapkan segera dikembalikan dalam kondisi aman dan layak dilalui. (din/an)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com