Peringati Detik-Detik Proklamasi, 150 Lansia Solo Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa di Perempatan Ngarsopuro

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 17:20 WIB
Dalam rangka memperingati HUT RI ke-81, 150 lansia bentangkan bendera raksasa di Perempatan Ngarsopuro Solo, Senin (17/8/2026). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Dalam rangka memperingati HUT RI ke-81, 150 lansia bentangkan bendera raksasa di Perempatan Ngarsopuro Solo, Senin (17/8/2026). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

 

SOLOBALAPAN.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Solo berlangsung semarak dan unik.

Sebanyak 150 lansia se-Solo Raya tampil serasi mengenakan seragam hingga balutan kebaya bernuansa merah-putih.

Sambil memegang bendera kecil di tangan, tepat pukul 10.15 WIB mereka membentangkan bendera raksasa di kawasan Perempatan Ngarsopuro, Senin (17/8/2026).

Aksi heroik warga senior dalam memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan.

Koordinator kegiatan, Mayor Haristanto, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan wadah ekspresi yang berbeda dalam menumpahkan rasa cinta tanah air.

"Kami ingin membuktikan antusiasme warga Kota Solo dan rasa kecintaan sebagai warga negara Indonesia dengan cara yang berbeda. Kami memohon izin menggunakan perempatan Ngarsopuro untuk membentangkan bendera raksasa berukuran 14 x 15 meter," ujar Mayor Haristanto, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, detik-detik Proklamasi merupakan momentum bersejarah yang patut dirayakan dengan sukacita atas kesadaran kolektif masyarakat.

Komunitas yang terlibat dalam aksi bendera raksasa di Perempatan Ngarsopuro ini adalah Komunitas Jalan Nordic Indonesia (KJNI) Solo, Bio Energi Power (BEP) Unisri, Komunitas Happy Land, serta Wanita Berkebaya Bersanggul Indonesia (WBI) Kota Solo.

Baca Juga: Aksi Unik Pensiunan PNS Pemkot Solo Rayakan Kemerdekaan RI ke-81 di Taman Sunan Jogo Kali: Bentangkan Bendera Raksasa Bersama Rudy, Serukan Senior Menolak Lupa!

Penghormatan Jasa Pahlawan dan Pesan Pelestarian Kebaya

Penasihat WBI Solo Raya, Maria Immaculata Widaryani, menyampaikan bahwa partisipasi komunitasnya merupakan bentuk penghormatan tinggi terhadap perjuangan para pahlawan bangsa.

"Kami sudah terbiasa melakukan kegiatan ini setiap tahunnya sebagai salah satu cara menghargai jasa para pahlawan kita. Selain itu, juga untuk memberi support kepada generasi muda yang sudah berjuang untuk melanjutkan kemajuan Indonesia," tutur Maria.

Ia menaruh harapan besar agar momentum kemerdekaan ini terus menyadarkan masyarakat bahwa kedamaian saat ini tak lepas dari tetesan keringat dan darah para pejuang.

"Semoga kita semua sadar bahwa tanpa kemerdekaan dan jasa para pahlawan, kita tidak bisa apa-apa. Kita berjuang di era global ini dengan niat dan ilmu yang cukup," tambahnya.

Di samping menyuarakan jiwa nasionalisme, Maria menegaskan bahwa penggunaan pakaian adat berkebaya tidak pernah menjadi batasan bagi perempuan untuk aktif beraktivitas di ruang publik.

"Kami dari Wanita Berkebaya dan Bersanggul Indonesia, khususnya Solo Raya, berharap perempuan sadar bahwa berkebaya ini tidak akan membatasi aktivitas kita di mana pun juga," tegas Maria.

Ia mengimbau generasi muda perempuan di Solo Raya agar tak ragu terus melestarikan kebaya dan sanggul sebagai ciri khas serta identitas budaya wong Jowo di tengah derasnya arus modernisasi. (fida/dam)

Editor : Damianus Bram
Sumber : Solo Balapan
HUT 81 RI bendera raksasa ngarsopuro hut ri solo