SOLOBALAPAN.COM – Kreativitas tanpa batas ditunjukkan para pemuda Desa Serut, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, dalam menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Lewat semangat gotong royong, Karang Taruna Bina Kaya Desa Serut sukses mendirikan miniatur Menara Eiffel megah setinggi 22 meter yang dibuat murni menggunakan bahan bambu sumbangan warga.
Ikon terkenal asal negara Prancis berukuran raksasa tersebut berdiri kokoh melintang di Jalan Utama Desa Serut, tepatnya wilayah RT 02/RW 02.
Pengerjaannya memakan waktu sekitar satu bulan penuh sejak awal Juli hingga resmi dirampungkan pada Minggu (9/8/2026).
Ketua Karang Taruna Desa Serut, Supardi alias Jambul, menceritakan bahwa ide pembuatan replika Menara Eiffel ini berawal dari keinginan para pemuda untuk menyajikan karya seni yang lebih besar dan megah dibanding edisi tahun-tahun sebelumnya.
"Dulunya kami pernah membuat miniatur Monas. Namun untuk tahun ini, teman-teman Karang Taruna Bina Kaya minta dibuatkan replika Menara Eiffel," ujar Supardi saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga: Mallard, Lokomotif Uap Tercepat di Dunia Torehkan Rekor sejak 1938
Dikerjakan Malam Hari dengan Serapan 100 Batang Bambu Warga
Proses perancangan menara dilakukan penuh perjuangan. Karena mayoritas pemuda desa berprofesi sebagai petani dan pekerja bangunan, proses pengerjaan dilakukan tiap malam hari atau memanfaatkan hari libur di akhir pekan.
Bahan baku utama berupa bambu diperoleh secara swadaya dari partisipasi warga desa setempat. Dari pengumpulan tersebut, terhimpun hingga 100 batang bambu berbagai ukuran.
"Untuk struktur utama bagian bawah kami gunakan sekitar 60 sampai 70 batang bambu berukuran besar. Sedangkan untuk rangka atas dan mahkota menara menghabiskan sekitar 40 batang bambu ukuran sedang," terangnya.
Menara dengan tapak dasar berukuran 8 x 8 meter tersebut berdiri melintang di atas jalan desa. Meski berukuran bongsor, konstruksi bangunan dirancang presisi sehingga kendaraan warga maupun truk tanpa muatan tinggi masih dapat melintas di bawahnya.
Supardi mengungkapkan bahwa tantangan terberat terletak pada proses pengangkatan struktur yang harus dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali dengan ekstra hati-hati lantaran berdekatan dengan bentangan kabel listrik.
Apresiasi DPRD: Potensial Jadi Destinasi Wisata Dadakan
Kreativitas pemuda Desa Serut ini mendapat apresiasi hangat dari Anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo, Sutoyo.
Pihaknya mengaku bangga atas semangat kebersamaan pemuda dalam memeriahkan bulan kemerdekaan lewat karya seni unik.
"Antusiasme gotong royong warga, khususnya para pemuda dalam membangun miniatur Menara Eiffel ini patut diacungi jempol. Harapannya, karya ini bisa menjadi destinasi wisata dadakan bagi masyarakat luas," ungkap Sutoyo.
Sutoyo menambahkan, visual menara bambu tersebut akan tampak kian memukau pada malam hari lantaran dihiasi pancaran lampu hias warna-warni.
"Kalau malam hari pemandangannya sangat indah, dihiasi lampu warna-warni sehingga sangat cocok dijadikan spot foto yang instagramable," pungkasnya. (kwl)
Editor : Damianus BramSumber : Solo Balapan