SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Permainan layang-layang berujung petaka di kawasan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo. Layang-layang yang diduga tersangkut pada kabel listrik memicu gangguan pada trafo hingga menimbulkan percikan api yang kemudian menyambar tumpukan bahan plastik di sebuah pabrik di Jalan Tentara Genie Pelajar, Kelurahan Mojosongo, Minggu (9/8/2026) siang.
Kobaran api sempat membesar dan membumbung tinggi lantaran menyambar material plastik yang berada di bagian depan pabrik. Situasi sempat membuat panik pekerja dan warga sekitar.
Beruntung, petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo bergerak cepat sehingga api berhasil dilokalisasi dan tidak sampai merembet ke bagian utama bangunan.
Api Muncul Usai Trafo Diduga Bermasalah
Baca Juga: Ketika Skena Cuma Jadi Gaya: Hilangnya Makna di Balik Subkultur
Komandan Pleton (Danton) C Damkar Kota Solo Tri Mulyono Herlambang mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 12.44 WIB.
Petugas langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar tiga menit setelah menerima laporan.
"Laporan masuk sekitar pukul 12.44 WIB, kita sampai lokasi sekitar tiga menit. Untuk penanganan kita langsung melakukan assessment di lokasi. Kita menggunakan 14 ribu liter air," ujar Tri.
Damkar mengerahkan empat unit mobil pancar dan satu unit mobil tangki untuk menangani kobaran api.
Menurut Tri, api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit. Namun, petugas masih harus melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
"Untuk pemadaman kita membutuhkan waktu 30 menit. Termasuk pendinginan jadi sekitar 1,5 jam," jelasnya.
Penyebab Masih Menunggu Pemeriksaan Polisi
Tri menegaskan, pihak Damkar belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Penentuan penyebab kebakaran merupakan kewenangan kepolisian.
Namun, berdasarkan informasi awal yang diterima petugas di lokasi, kebakaran diduga berkaitan dengan layang-layang yang tersangkut pada kabel di sekitar trafo.
"Kita belum memastikan karena itu ranahnya pihak kepolisian. Kita hanya memastikan laporan warga sekitar bahwa di pabrik terdapat trafo, trafo tersangkut layangan dan terjadi korsleting. Di situ percikan terus terjatuh ke biji plastik," ungkapnya.
Percikan api yang mengenai material plastik membuat kobaran api dengan cepat membesar.
Warga Dengar Suara Ledakan
Kesaksian warga di sekitar lokasi turut menguatkan dugaan awal tersebut.
Baca Juga: Buntut Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026! PSSI Minta Suporter Tak Hujat Skuad Garuda
Salah seorang warga, Santoso, mengatakan sebelum kebakaran terjadi, terdapat layang-layang yang putus dan benangnya tersangkut pada kabel listrik tepat di atas area pabrik.
Tak lama kemudian, warga mendengar suara tidak biasa dari arah trafo. Aliran listrik di sekitar lokasi juga sempat padam.
"Awal mula layangan, orang main layangan. Kesangkut kan terus trafo meledak mengeluarkan percikan. Selang beberapa saat ada asap dari dalam pabrik," kata Santoso.
Santoso kemudian melihat asap hitam mulai keluar dari area pabrik. Ia segera memberitahu petugas keamanan.
Satpam kemudian masuk untuk memastikan kondisi di dalam pabrik, sementara para pekerja diminta keluar dari area tersebut.
"Percikan itu mungkin nyambar, keluar asap. Terus saya bilang sepertinya kebakaran, terus saya datang ke sana bilang satpamnya. Terus satpam masuk dan karyawan disuruh keluar semua. Setelah itu jadi api," ungkapnya.
Dua Mobil Nyaris Ikut Terbakar
Situasi semakin menegangkan karena kobaran api berada tidak jauh dari dua mobil yang terparkir di dekat tumpukan material plastik.
Santoso bersama sejumlah pekerja kemudian berinisiatif mengeluarkan kedua kendaraan tersebut dari area pabrik agar tidak ikut tersambar api.
"Di dalam masih ada mobil dua. Saya dan pegawainya inisiatif buka gerbang. Setelah itu mobil pertama saya keluarkan. Kalau nggak keluar mungkin sudah hangus," tuturnya.
Saat berusaha menyelamatkan kendaraan, Santoso mengaku mendengar suara ledakan sebanyak dua kali dari arah trafo.
Baca Juga: Musik Dan Ketenangan: Cara Sederhana Menikmati Jeda Rutinitas
"Trafo meletus. Meletusnya di situ. Masih ada mobil satu, kita masuk lagi terus meletus lagi yang kedua. Iya dua kali (letusan)," imbuhnya.
Pekerja Berhasil Dievakuasi
Santoso mengatakan pabrik saat kejadian sedang beroperasi dan terdapat cukup banyak pekerja.
Namun, titik kebakaran berada di bagian depan pabrik sehingga tidak ada pekerja yang berada tepat di lokasi material yang terbakar.
Seluruh pekerja kemudian dievakuasi untuk menghindari risiko akibat kobaran api dan kemungkinan ledakan dari peralatan maupun material di sekitar lokasi.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
Petugas Damkar juga berhasil mencegah api merembet ke bagian utama bangunan maupun area lain di sekitar pabrik.
Hingga kini, nilai kerugian masih dalam proses penghitungan. Sementara penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan kepolisian.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat mengenai bahaya bermain layang-layang di dekat jaringan listrik. Benang layang-layang yang tersangkut kabel dapat menimbulkan gangguan jaringan hingga berpotensi memicu korsleting dan kebakaran. (atn/an)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com