Hidupkan Kembali Egrang Batok hingga Bentengan, 'Gumregah Nusantara' Sulap Lomba 17an Kampung Begalon Jadi Panggung Budaya

Damianus Bram • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 15:17 WIB
Warga RT 005 Begalon, Panularan, Laweyan, Solo menggelar Gumregah Nusantara menyambut HUT RI dengan dolanan tradisional dan kuliner, Minggu (9/8). (Bram/SOLOBALAPAN.COM)
Warga RT 005 Begalon, Panularan, Laweyan, Solo menggelar Gumregah Nusantara menyambut HUT RI dengan dolanan tradisional dan kuliner, Minggu (9/8). (Bram/SOLOBALAPAN.COM)

 

 

SOLOBALAPAN.COM – Semangat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia dirayakan secara hangat dan bermakna oleh warga RT 005/RW 003 Kampung Begalon, Kelurahan Panularan, Kecamatan Laweyan, Solo.

​Melalui tajuk "Gumregah Nusantara: Festival Kemerdekaan Kampung Begalon", warga setempat mengusung tema besar “Menghidupkan Warisan, Merayakan Kemerdekaan” sebagai ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus mengenalkan kembali kekayaan budaya nusantara.

​Helatan berbasis komunitas ini terselenggara berkat kolaborasi apik antara warga RT 005 Begalon dan ruang kreatif Sandhya Production. Sinergi ini membuktikan bahwa panggung seni dan budaya tidak hanya milik gedung pertunjukan formal, tetapi dapat tumbuh subur dari balik lorong-lorong pemukiman warga.

​Kegiatan diawali sejak Minggu (9/8/2026) pagi pukul 06.30 WIB di sepanjang area Kampung Begalon. Rangkaian acara dibuka dengan Jalan Sehat, Senam Kemerdekaan, Festival Makanan Nusantara, serta Estafet Dolanan Tradisional yang diikuti puluhan anak-anak kampung setempat.

​"Gumregah bukan sekadar membuat perayaan. Gumregah adalah ajakan untuk bangkit, bergerak, dan kembali menghidupkan nilai-nilai kebersamaan yang mungkin perlahan mulai kita tinggalkan," ujar Ketua RT 005 Begalon Handika Pratama dalam sambutannya.

​Ia menambahkan, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebatas seremoni mengenang jasa pahlawan, melainkan aksi nyata merawat warisan budaya dan menjaga rasa persaudaraan sesama tetangga.

Baca Juga: Sambut HUT ke-81 RI, Pedagang Shelter Kuliner Manahan Solo Gelar Lomba 17-an Penuh Gelak Tawa

​Gairahkan Kembali Dolanan Lawas Lintas Generasi

​Di tengah gempuran era digital yang membuat generasi muda kian berjarak dari akar budayanya, Gumregah Nusantara hadir menghadirkan kembali kenangan serta permainan masa kecil.

​Puluhan anak-anak Kampung Begalon antusias mengikuti aneka lomba dolanan tradisional, mulai dari lompat tali, engklek, egrang batok, hingga permainan ketangkasan tim seperti bentengan.

Momen ini sekaligus menjadi ruang interaksi hangat antara generasi tua yang berbagi cerita dan anak-anak yang menikmati kegembiraan bermain di luar ruang.

​Sinergi Warga dan Ruang Kreatif

​Keterlibatan Sandhya Production memberikan sentuhan manajemen produksi yang rapi tanpa menghilangkan esensi utama kebudayaan warga. Pengelolaan acara dipadukan dengan semangat gotong royong, di mana setiap warga mengambil peran secara mandiri sesuai kapasitas masing-masing.

​Melalui perhelatan ini, Kampung Begalon membuktikan bahwa tempat tinggal bukan sekadar pemukiman fisik, melainkan ruang tumbuh bagi kebudayaan yang hidup dari interaksi harian—mulai dari anak-anak yang bermain bersama, warga yang memasak kuliner lokal, hingga tetangga yang saling menyapa.

​Bagi warga Begalon, keberhasilan festival ini tidak diukur dari seberapa megahnya panggung, melainkan dari hangatnya kebersamaan yang terbangun. Sebab, merayakan kemerdekaan adalah merayakan kesempatan untuk hidup rukun dan bergandengan tangan sebagai satu bangsa. (dam)

Editor : Damianus Bram
Sumber : Solo Balapan
begalon hut ri Lomba 17-an lomba 17 agustus solo