Sambut HUT ke-81 RI, Pedagang Shelter Kuliner Manahan Solo Gelar Lomba 17-an Penuh Gelak Tawa

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 16:16 WIB
Puluhan pedagang Shelter Kuliner Manahan Solo merayakan HUT ke-81 RI lewat lomba tradisional penuh keakraban, Jumat (7/8/2026) sore. (Silvester/Radar Solo)
Puluhan pedagang Shelter Kuliner Manahan Solo merayakan HUT ke-81 RI lewat lomba tradisional penuh keakraban, Jumat (7/8/2026) sore. (Silvester/Radar Solo)

 

SOLOBALAPAN.COM – Suasana kawasan Shelter Kuliner Manahan Solo berubah riuh dan penuh gelak tawa pada Jumat (7/8/2026) sore.

Bukan lantaran antrean pembeli yang mengular, melainkan antusiasme puluhan pedagang yang tengah beradu ketangkasan dalam rangkaian lomba menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Para pedagang lintas generasi—mulai dari usia muda, dewasa, hingga lansia—melepas penat rutinitas harian dengan larut dalam berbagai permainan khas perayaan 17 Agustus.

Beragam perlombaan seru digelar, seperti lomba memasukkan benang ke lubang peniti, memindahkan gelang karet menggunakan sendok, memasukkan pensil ke dalam botol, hingga aksi kempit balon berpasangan yang memancing gelak tawa penonton.

Rika, salah seorang pedagang Bakmi Jowo di lokasi setempat, mengungkapkan bahwa momentum ini merupakan tradisi tahunan yang selalu dinantikan para penghuni shelter.

"Setiap tahun memang rutin digelar. Hadiahnya sederhana, tapi semua bisa bergembira bersama. Yang terpenting bukan soal menang atau kalah, melainkan rasa guyub dan kekompakan sesama pedagang," tutur Rika di sela-sela perlombaan.

Baca Juga: Pesawat Tanpa Awak Jatuh Timpa Rumah Warga di Mojolaban, Sempat Picu Ledakan dan Kebakaran

Swadaya Patungan Hadiah Alat Rumah Tangga

Kekompakan komunitas pelaku usaha kuliner ini juga tercermin dari proses persiapan acara. Seluruh biaya penyelenggaraan hingga pengadaan hadiah merupakan hasil swadaya dan patungan mandiri para pedagang.

Panitia lomba, Retno Renata, menyebutkan bahwa jenis hadiah sengaja dipilih berupa perlengkapan rumah tangga agar berdaya guna bagi para pemenang.

"Hadiahnya murni hasil patungan bersama. Kami pilih alat-alat rumah tangga seperti perabotan dapur agar bisa dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan harian," terang Retno.

Menurut Retno, perayaan kemerdekaan di lingkungan shelter bukan sekadar sarana hiburan melepas penat, melainkan ruang efektif untuk mempererat tali silaturahmi serta solidaritas antarpedagang.

"Di tengah kesibukan harian mencari nafkah, lomba sederhana seperti ini menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan dari hal terdekat, yaitu bergotong royong, saling mendukung, dan menjaga kekeluargaan," pungkasnya. (ves)

Editor : Damianus Bram
Shelter Kuliner Manahan Solo lomba agustusan hut ke-81 ri 17 agustus Lomba 17-an