SOLOBALAPAN.COM – Insiden mengejutkan menimpa warga Dukuh Nglayang RT 02/RW 12, Desa Klumprit, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (7/8/2026) sore.
Sebuah pesawat tanpa awak (drone) berukuran besar mendadak jatuh bebas dan menimpa atap rumah milik warga bernama Sutami.
Jatuhnya benda terbang tersebut sempat memicu suara ledakan cukup keras hingga menimbulkan kobaran api di area atap bangunan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Sukoharjo, Margono, mengonfirmasi bahwa laporan darurat diterima oleh petugas Pos Damkar pada pukul 15.33 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Armada Regu 02 Damkar Sukoharjo langsung meluncur ke lokasi kejadian.
"Setibanya tim di lokasi pada pukul 15.55 WIB, kobaran api utama sebenarnya sudah berhasil dikendalikan oleh warga sekitar yang bergotong royong secara swadaya. Petugas kami kemudian menyisir area untuk memastikan tidak ada sisa titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan," ujar Margono, Jumat (7/8/2026).
Bermula dari Suara Ledakan Keras
Margono menjelaskan, berdasarkan penuturan saksi mata di lokasi, insiden berawal saat warga mendengar suara dentuman keras di bagian atas rumah.
Saat dicek, sebuah drone berukuran jumbo sudah menancap di atap dan membakar material di sekitarnya.
"Dugaan sementara, kebakaran terpicu dampak benturan keras saat drone berukuran besar itu jatuh menimpa atap rumah. Tetangga yang mendengar suara ledakan langsung mendatangi lokasi untuk memadamkan api sambil mengontak layanan Damkar," terangnya.
Kerusakan fisik akibat musibah tersebut berpusat pada area atap seluas kurang lebih 2 x 3 meter. Meski sempat memicu kepanikan, pihak pemadam memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Kerugian Ditaksir Rp 500 Ribu, 99 Persen Bangunan Selamat
Satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan menuju lokasi yang berjarak sekitar 13 kilometer dari Pos Damkar Sukoharjo.
Berkat respons cepat warga setempat sebelum armada pemadam tiba, sekitar 99 persen bagian utama bangunan rumah berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah.
Pihak Damkar menaksir total kerugian material akibat kerusakan atap tersebut mencapai sekitar Rp 500 ribu.
"Sinergi dan kewaspadaan cepat dari masyarakat sangat membantu, sehingga api dapat dilokalisasi dengan cepat sebelum merembet ke bagian bangunan lainnya," pungkas Margono. (kwl)
Editor : Damianus BramSumber : Solo Balapan