SOLOBALAPAN.COM – Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surakarta, Aria Bima, menginstruksikan seluruh kepengurusan ranting yang baru dibentuk agar mampu menjadi penghubung efektif antara masyarakat dan partai.
Pengurus tingkat kelurahan diminta aktif menyerap serta mengawal aspirasi warga hingga tingkat Rukun Warga (RW).
Instruksi tegas tersebut disampaikan Aria Bima saat menghadiri agenda Musyawarah Ranting (Musran) PDIP Kelurahan Mojosongo, Jebres, Solo, Jumat (7/8/2026).
Aria Bima menjelaskan bahwa Musran merupakan konsolidasi lima tahunan untuk memperkuat struktur organisasi di tingkat tapak.
Khusus di Kelurahan Mojosongo, jumlah formatur pengurus ranting dibentuk lebih banyak menyesuaikan wilayahnya yang luas dengan total 40 RW.
"Musran ini melanjutkan tradisi lima tahunan untuk memilih pengurus ranting. Khusus Mojosongo, karena memiliki 40 RW, maka formatur yang dibentuk juga lebih besar. Harapannya pengurus ranting kali ini mampu menjadi artikulator melalui program Jaring Asmara atau Jaring Aspirasi Masyarakat Surakarta," ujar Aria Bima saat memimpin rapat anak ranting di kantor PAC PDIP Jebres, Jumat (8/8/2026).
Tabulasi Aspirasi Infrastruktur hingga UMKM
Sebelum Musran digelar, seluruh pengurus anak ranting telah menerjunkan formulir Jaring Asmara untuk merekam berbagai keluhan dan kebutuhan warga secara mendetail.
Data aspirasi yang terkumpul tersebut selanjutnya akan ditabulasi sebagai bahan perjuangan Fraksi PDIP di DPRD Kota Surakarta, maupun dikoordinasikan langsung dengan Pemerintah Kota Surakarta.
Berdasarkan hasil pemetaan awal, masalah infrastruktur dasar masih menempati urutan teratas keluhan warga di kawasan Mojosongo.
"Aspirasi paling banyak tetap seputar infrastruktur seperti jalan rusak, persoalan sampah, dan sanitasi. Hampir semua RW juga menyampaikan kebutuhan bank sampah, ruang publik, fasilitas olahraga, gedung pertemuan warga, hingga dukungan untuk UMKM," terangnya.
Sasar Ketepatan Data Bansos PKH
Selain persoalan fisik dan lingkungan, Aria Bima mengungkapkan bahwa warga juga menyoroti masalah sosial, seperti ketepatan data penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), peningkatan sarana pendidikan, serta fasilitas pendukung usaha mikro.
Ia memastikan PDI Perjuangan siap memperjuangkan seluruh temuan lapangan tersebut melalui jalur legislatif maupun eksekutif.
"Semua ini akan kami tabulasikan. Kalau bisa diperjuangkan melalui fraksi di DPRD akan kami dorong penuh. Jika perlu, PDI Perjuangan akan memfasilitasi hasil Musran ini untuk beraudiensi langsung dengan Wali Kota Surakarta," tegasnya.
Melalui konsolidasi ranting ini, PDIP Solo berharap kepengurusan yang terbentuk tidak sekadar menjalankan fungsi administratif organisasi, melainkan benar-benar hadir sebagai jembatan solusi atas persoalan riil masyarakat di tingkat paling bawah. (dam)
Editor : Damianus BramSumber : Solo Balapan