SOLOBALAPAN.COM – Optimalisasi kolaborasi antara sektor pendidikan dan olahraga dinilai menjadi kunci utama keberhasilan pembinaan di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Surakarta.
Penggabungan kedua aspek tersebut dipandang penting agar pembentukan prestasi atlet sejalan dengan pembangunan karakter siswa.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menegaskan bahwa penyiapan atlet muda berprestasi harus dibarengi dengan penanaman kedisiplinan dan integritas.
Menurutnya, konsep pendidikan berbasis keolahragaan merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Solo.
"Melalui sistem pembinaan yang terintegrasi antara akademik dan olahraga, para siswa didorong untuk berkembang secara menyeluruh, baik dari sisi kemampuan fisik maupun kepribadian," ujar Astrid Widayani, Kamis (6/8).
Pernyataan tersebut disampaikan Astrid usai melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung ke SKO Surakarta pada Rabu (5/8). Dalam agenda tersebut, Wawali meninjau proses kegiatan belajar mengajar (KBM), memantau sesi latihan, berdialog dengan jajaran guru dan pelatih, serta mengecek kesiapan fasilitas penunjang pembinaan.
"Kota Solo memiliki aset yang sangat berharga melalui Sekolah Khusus Olahraga. Di sinilah pembibitan atlet-atlet muda dimulai sejak jenjang sekolah menengah pertama. SKO menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga Kota Solo agar semakin kuat dan berkelanjutan," jelasnya.
Baca Juga: Buntut 108 Siswa Keracunan MBG di Solo, DPRD Desak Evaluasi Total SPPG dan Pengetatan SOP
Kedisiplinan Jadi Kunci Utama Atlet Sukses
Astrid mengingatkan bahwa talenta dan potensi besar yang dimiliki para pilar muda SKO tidak akan terasah secara maksimal tanpa adanya komitmen tinggi terhadap kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.
"Untuk menjadi orang sukses, hal pertama yang dibutuhkan adalah disiplin. Kalian telah diberi titipan berupa bakat, kemampuan, dan kesempatan belajar. Ketiganya harus dibangun dari dalam diri sendiri dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab," tegasnya di hadapan para siswa.
Saat ini, SKO Surakarta secara aktif membina ratusan atlet muda yang terbagi dalam 12 cabang olahraga (cabor).
Sekolah ini menjadi salah satu pilar utama Pemkot Surakarta dalam menjaring dan mematangkan bibit-bibit berbakat sejak usia dini.
Selain mengejar capaian medali dan prestasi di arena tanding, Astrid berpesan agar seluruh siswa tetap menjaga keseimbangan antara porsi latihan, kewajiban akademik, ibadah, serta sikap hormat kepada orang tua dan guru.
"Rasa cinta tanah air dan nasionalisme juga menjadi bagian karakter yang wajib dimiliki setiap atlet yang kelak akan membawa nama daerah maupun Indonesia di berbagai kejuaraan internasional," pungkas Wawali. (ves)
Editor : Damianus BramSumber : Solo Balapan