Buntut Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Solo! BGN Resmi Suspend Dapur SPPG, Pemkot Evaluasi Total

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 17:48 WIB
Pemerintah Kota Surakarta akan memperketat pemantauan suplai bahan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo.
Pemerintah Kota Surakarta akan memperketat pemantauan suplai bahan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo.

 

SOLOBALAPAN.COM – Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di SD Al Abidin Solo pada akhir Juli lalu berbuntut panjang.

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara (suspend) operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan tersebut.

Sanksi penangguhan tersebut dijatuhkan setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta melalui Satgas MBG menerjunkan tim untuk melakukan investigasi dan uji laboratorium terhadap seluruh sampel makanan yang disajikan.

Hasil pemeriksaan medis laboratorium mengonfirmasi adanya cemaran bakteri Escherichia coli (E. Coli) pada salah satu menu buah yang disajikan kepada para siswa.

"Dari seluruh variabel yang kami periksa—mulai dari makanan utama, minuman, lauk pauk, hingga jajanan di kantin sekolah—kami menemukan adanya bakteri E. Coli pada sampel buah semangka," terang Wali Kota Surakarta Respati Ardi, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga: Teka-teki Keracunan di SDII Al Abidin Solo: Lintas Konsumsi dari MBG hingga Kantin, DPRD Dorong Evaluasi SPPG

Penghentian Operasional dan Evaluasi BGN

Wali Kota menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang menyebabkan sedikitnya 108 siswa mengalami gejala keracunan tersebut.

Hasil temuan laboratorium itu langsung diteruskan ke BGN sebagai bahan evaluasi komprehensif guna menentukan nasib dan kelayakan SPPG terkait.

"Informasi yang kami terima, sudah ada sanksi suspend dari BGN. Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Langkah preventif terus kami tingkatkan dan dapur-dapur yang bermasalah sudah ditindaklanjuti secara tegas," ujarnya.

Insiden ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola SPPG di Kota Solo untuk lebih disiplin dan ketat dalam mengimplementasikan Standar Operasional Prosedur (SOP) Keamanan Pangan dari hulu ke hilir.

"Kami meminta seluruh SPPG semakin cermat dan hati-hati, mulai dari proses membersihkan, mengolah, menyimpan, hingga menyajikan makanan kepada para penerima manfaat. Semua harus lebih higienis agar kejadian serupa tidak terulang kembali," tegas Wali Kota.

Perketat Pengawasan Lingkungan Sekolah

Sebagai langkah antisipasi berulang, Satgas MBG Kota Surakarta bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait meningkatkan intensitas pengawasan rantai pasok pangan.

Selain menyasar dapur penyedia, edukasi SOP Keamanan Pangan juga digencarkan ke pihak sekolah dan kantin.

Wakil Satgas MBG Kota Surakarta, Purwanti, menekankan pentingnya pengawasan terpadu dari seluruh ekosistem di lingkungan sekolah.

"Keamanan pangan harus diperkuat dari seluruh aspek, tidak hanya dari internal SPPG, tetapi juga dari lingkungan sekolah seperti kantin hingga pedagang di sekitar area sekolah. Khusus untuk penyedia SPPG, penerapan SOP Keamanan Pangan hukumnya wajib dilaksanakan secara jauh lebih ketat," pungkas Purwanti. (ves)

Editor : Damianus Bram
Sumber : Solo Balapan
SD Al Abidin SPPG keracunan massal keracunan mbg wali kota surakarta respati ardi