SOLOBALAPAN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta tengah mengkaji secara mendalam skema pengelolaan terbaik untuk Tahir Solo Museum.
Langkah ini diambil seiring dengan tingginya antusiasme masyarakat yang berbondong-bondong mengunjungi museum sains dan teknologi baru tersebut.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyampaikan bahwa hingga saat ini Pemkot Solo belum mengetok keputusan final terkait apakah museum tersebut bakal dikelola di bawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), diserahkan ke pihak ketiga, atau menggunakan skema tata kelola lainnya.
"Apakah nanti dikelola BUMD atau pihak ketiga? Kita lihat nanti," ujar Respati Ardi saat memberikan keterangan, kemarin.
Baca Juga: Siapa Kelola Tahir Solo Museum? DPRD Solo Pertanyakan Status Aset hingga Aliran Pendapatan
Evaluasi Total Alur Parkir dan Layanan
Respati menjelaskan, sebelum menentukan model bisnis dan operasional jangka panjang, Pemkot Solo akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan teknis di lapangan.
Proses tersebut mencakup penataan alur keluar-masuk pengunjung, ketersediaan daya tampung lahan parkir, efektivitas sistem pelayanan, hingga pemenuhan fasilitas penunjang lainnya demi menjamin kenyamanan publik.
"Kami perlu melakukan review menyeluruh agar alur masuk, akses parkir, dan fasilitas pendukung lainnya benar-benar memadai. Fokus utama kami adalah kenyamanan pengunjung serta kemanfaatan museum ini bagi masyarakat luas," jelasnya.
Wali Kota muda tersebut mengaku bersyukur menyaksikan tingginya respons positif warga sejak Tahir Solo Museum mulai dibuka.
Fenomena antrean panjang yang mengular dalam beberapa hari terakhir dinilainya sebagai sinyal positif bahwa museum edukasi ini disambut hangat oleh publik.
"Saya senang sekali melihat antusiasme masyarakat. Antreannya panjang dan minat warga luar biasa," tambahnya.
Proyeksi Destinasi Wisata Edukasi Unggulan
Pemkot Solo menaruh harapan besar agar bentuk pengelolaan yang dipilih nantinya sanggup menjaga keberlanjutan operasional museum secara profesional sekaligus memberikan pelayanan publik yang prima.
Sebab, Tahir Solo Museum diproyeksikan menjadi salah satu ikon wisata edukasi (edutainment) baru unggulan di Kota Surakarta.
Selain menyajikan wahana belajar sains dan teknologi secara interaktif, kehadiran museum ini diharapkan mampu memantik minat ilmu pengetahuan bagi generasi muda.
"Kami berharap Tahir Solo Museum dapat menjadi museum sains dan teknologi yang memberikan manfaat luas, sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata edukasi baru di Kota Solo," pungkas Respati. (ves/dam)
Editor : Damianus BramSumber : Solo Balapan