SOLOBALAPAN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta bergerak cepat merespons dampak penutupan Pusat Grosir Solo (PGS) baru-baru ini.
Pemkot menyatakan siap memfasilitasi para eks pedagang PGS agar tetap bisa melangsungkan aktivitas usahanya dengan memanfaatkan kios-kios kosong di pasar tradisional milik pemerintah.
Setidaknya, sebanyak 97 unit kios yang tersebar di Pasar Jongke dan Pasar Klewer kini dalam kondisi siap pakai jika para eks pedagang PGS berminat untuk menempatinya.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta, Arif Handoko, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan inventarisasi dan pengecekan lapangan sesuai instruksi langsung dari Wali Kota Surakarta.
"Kami siap memfasilitasi eks pedagang PGS. Kami sudah cek lokasi, ada tempat yang siap dipakai di Pasar Jongke dan Pasar Klewer," terang Arif Handoko, Rabu (5/8).
Baca Juga: PGS Berakhir, Ratusan Pekerja Terdampak dan Pedagang Berburu Lokasi Baru
Rincian Lokasi Kios yang Disiapkan
Arif membeberkan, di Pasar Jongke terdapat sedikitnya 74 unit kios kosong di area lantai 2 dan lantai 3.
Kios-kios tersebut dinilai sangat ideal karena berada di zonasi perdagangan pakaian dan aksesori yang berdampingan dengan pedagang plastik serta alat rumah tangga.
Sementara di Pasar Klewer, Pemkot menyiapkan sekitar 23 unit kios di lantai 4 yang dalam kondisi siap huni.
"Di Pasar Jongke ada 74 kios di lantai 2–3 untuk area aksesori dan pakaian. Kemudian di Pasar Klewer ada 23 kios di lantai 4 yang siap digunakan," lanjutnya.
Pihak Disdag Surakarta menegaskan bahwa pemetaan kios kosong ini akan terus berlanjut ke pasar-pasar tradisional lainnya di Kota Solo. Namun untuk tahap awal, Pasar Jongke dan Pasar Klewer menjadi dua lokasi utama yang paling representatif.
"Pertimbangannya tentu kelayakan infrastruktur dan zonasi jenis barang dagangan. Selain itu, lokasinya juga strategis serta tidak terlalu jauh dari kawasan PGS," jelas Kadisdag.
Apresiasi dan Sinyal Terbuka dari Wali Kota Solo
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyampaikan rasa keprihatinannya atas keputusan penutupan PGS yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan grosir legendaris di Kota Solo.
Untuk menyambung napas perekonomian para pedagang yang terbiasa berjualan secara offline, Respati memastikan Pemkot Solo siap memberikan karpet merah melalui penempatan di pasar-pasar daerah.
"Kami tentu ikut prihatin, padahal PGS dulu merupakan pusat grosir yang luar biasa. Namun bagi pedagang yang terbiasa bertransaksi offline, kami menawarkan opsi di Pasar Klewer dan pasar-pasar lainnya," ujar Respati.
Ia pun mengimbau para eks pedagang PGS yang membutuhkan informasi lapak untuk tidak ragu berkoordinasi secara langsung dengan Dinas Perdagangan Kota Surakarta.
"Silakan datang ke Dinas Perdagangan. Tim kami akan bantu memberikan data lokasi mana saja yang kosong dan bisa segera ditempati," pungkas sang Wali Kota. (ves/dam)
Editor : Damianus BramSumber : Solo Balapan