SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Kebakaran hebat melanda kawasan asrama polisi (Aspol) di Panularan, Kecamatan Laweyan, Solo, Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Sedikitnya 12 rumah terdampak dalam peristiwa tersebut.
Api diduga pertama kali muncul dari salah satu rumah milik warga bernama Bambang. Kobaran api kemudian dengan cepat merembet ke bangunan lain hingga membuat penghuni panik dan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
Warga sekitar, Dewi Pangastuti (54), menuturkan Bambang sempat mengetahui bagian belakang rumahnya terbakar ketika berada di rumah.
“Katanya tadi Om Bambang sedang menyiram-nyiram, kemudian melihat ke belakang rumah sudah gosong. Langsung disemprot pakai selang, tapi api sudah besar,” ujar Dewi saat ditemui di lokasi.
Api Cepat Merembet karena Atap Rumah Terbuat dari Kayu
Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan selang. Namun, usaha tersebut tidak mampu mengendalikan kobaran api yang semakin membesar.
Kondisi bangunan membuat api dengan cepat menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya. Sebagian besar bagian atap bangunan di kawasan tersebut diketahui terbuat dari material kayu yang mudah terbakar.
“Api cepat merembet karena atas atap rumah dari kayu semua,” kata Dewi.
Dari 12 rumah yang terdampak, 10 rumah masih dihuni, sedangkan dua rumah lainnya dalam kondisi kosong. Dengan demikian, terdapat 10 kepala keluarga (KK) yang terdampak langsung akibat kebakaran tersebut.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sebagian besar penghuni berhasil menyelamatkan diri sebelum api semakin membesar.
Namun, banyak barang milik warga tidak sempat diselamatkan dan ikut terbakar.
“Setahu saya tidak ada korban karena tadi langsung keluar semua. Cuma barang-barangnya yang habis karena api cepat merambat,” jelasnya.
Diduga Dipicu Obat Nyamuk Bakar
Mengenai penyebab kebakaran, warga menduga api berasal dari obat nyamuk bakar yang berada di dekat tempat tidur di rumah Bambang.
Dugaan sementara, obat nyamuk tersebut memang telah dimatikan, tetapi bara api diduga masih menyala. Bara kemudian diduga mengenai bagian bawah kasur hingga memicu kebakaran.
“Pak Bambang sempat bilang katanya obat nyamuk bakar sudah dimatikan, tapi mungkin apinya belum benar-benar mati dan akhirnya merembet ke kasur,” tambah Dewi.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Mobil Damkar Sempat Kesulitan Masuk
Proses pemadaman kebakaran juga menghadapi kendala. Petugas pemadam kebakaran disebut sempat kesulitan menjangkau titik api karena akses jalan menuju lokasi terhalang kendaraan.
Bahkan, salah satu mobil yang berada di sekitar lokasi disebut sempat terkena kobaran api.
Sebanyak enam mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Warga juga ikut membantu proses pemadaman sekaligus mengevakuasi penghuni rumah.
Situasi sempat membuat warga panik. Terlebih, sebagian besar penghuni asrama tersebut merupakan warga lanjut usia.
“Di sini orang tua semua, yang muda sedikit. Penghuninya kebanyakan sudah sepuh,” jelas Dewi.
Wali Kota Solo Siapkan Evakuasi Lansia dan Anak-anak
Wali Kota Solo Respati Ardi turut datang ke lokasi kebakaran. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pemkot Solo, kata Respati, akan melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
“Kita akan evakuasi terutama lansia dan anak-anak ke Guest House Loji Gandrung, SD Bumi, dan tempat-tempat lain di lingkungan Pemkot yang bisa digunakan untuk evakuasi sementara,” ujar Respati seusai meninjau lokasi.
Respati menyebut terdapat 12 rumah yang terdampak, dengan dua di antaranya dalam kondisi kosong. Dengan demikian, total terdapat 10 keluarga yang terdampak kebakaran.
“Jumlah keluarga yang terdampak sebanyak 10 kepala keluarga (KK),” imbuhnya.
Pemkot Lakukan Asesmen Pascakebakaran
Selain menangani kebutuhan darurat warga, Pemkot Solo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan melakukan asesmen terhadap kondisi bangunan dan kebutuhan para korban.
Asesmen tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah rehabilitasi pascabencana, termasuk kebutuhan warga yang kehilangan tempat tinggal maupun barang-barang akibat kebakaran.
“Nanti kita akan assessment dengan BPBD terkait rehabilitasi pascabencana,” pungkas Respati.
Kebakaran yang melanda kawasan Aspol Panularan tersebut menjadi perhatian karena terjadi di kawasan permukiman dengan bangunan yang saling berdekatan. Kondisi tersebut membuat api berpotensi cepat merembet, sehingga evakuasi warga menjadi prioritas utama.
Hingga penanganan selesai, warga terdampak akan mendapatkan pendampingan dan tempat evakuasi sementara dari Pemkot Solo. (alf/an)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com