SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Kasus dugaan keracunan massal melanda SDII Al Abidin Solo. Sebanyak 105 siswa dilaporkan mendadak mengalami gejala mual, muntah, hingga pusing secara bersamaan. Uniknya, pemicu pasti insiden ini masih menjadi misteri lantaran para korban mengonsumsi asupan makanan dan minuman dari sumber yang berbeda-beda.
Kepala SDII Al Abidin, Sri Wahyuningsih, mengungkapkan bahwa gejala klinis pada anak-anak mulai muncul serentak. Pihak sekolah mencatat sedikitnya 105 siswa terdampak dengan variasi tingkat keparahan yang beragam.
"Anak-anak ada yang makan pasokan program Makan Bergizi Gratis (MBG), ada yang jajan di kantin, ada yang jajan di luar, dan ada juga yang dibawakan bekal dari rumah. Jadi memang jenis konsumsinya sangat beragam,” ujar Sri, Jumat (31/7/2026).
Baca Juga: Bangga! Tate Ferdinand Resmi Teken Kontrak Profesional Bersama Brighton & Hove Albion
Sri menambahkan, ada pula temuan siswa yang sama sekali tidak menyentuh menu MBG maupun jajanan kantin, namun tetap mengeluhkan pusing dan muntah. Fenomena aneh ini membuat pihak sekolah enggan terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum hasil uji laboratorium sampel resmi keluar.
“Kami masih menunggu pengujian sampel di laboratorium. Jadi saya belum bisa menyimpulkan sumber utamanya dari mana,” terangnya.
Pihak sekolah menegaskan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengimbau seluruh pihak untuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menyimpulkan penyebab kejadian. Sekolah juga berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya pencegahan melalui edukasi kepada siswa serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Diketahui, pasokan makanan MBG untuk SDII Al Abidin berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Satu Banjarsari. Tim ahli telah mengamankan sampel makanan MBG, jajanan kantin, hingga sampel air minum sekolah untuk diuji secara medis. Saat ini terdapat empat siswa yang dilarikan ke rumah sakit untuk rawat inap. Di antaranya di Rumah Sakit Dr. Oen, Klinik Jasmine, Rumah Sakit Kasih Ibu, dan Kustati. Hingga saat ini, pihak sekolah masih belum bisa memastikan hasil pemeriksaan dokter.
DPRD Sebut Kasus Unik, Hasil Lab Keluar Selasa
Guna mengusut tuntas insiden ini, Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo, Sugeng Riyanto, turun langsung melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) bersama dinas terkait, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga Satgas SPPG.
Baca Juga: Persebaya Tak Pilih Lawan di Semifinal Piala Presiden 2026, Persib atau Arema?
Sugeng menilai pola persebaran kasus ini terbilang janggal dan memerlukan kecermatan ekstra dari tim epidemiologi.
“Kasusnya agak unik. Ada siswa yang tidak makan hidangan SPPG tapi ikut kena. Ada yang makan SPPG tapi tidak jajan di kantin, kena juga. Bahkan ada yang cuma jajan di kantin tanpa menyentuh menu SPPG, juga mengalami keluhan,” beber Sugeng saat Sidak di lokasi sekolah.
Ia menegaskan, keputusan atau tindakan hukum selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil uji laboratorium medis yang ditargetkan rampung pada Selasa mendatang.
“Dari hasil lab itu baru bisa ditentukan langkah atau treatment yang paling presisi. Hasil uji lab diperkirakan keluar Selasa,” tambahnya.
Baca Juga: Mengenal Montit, Lokomotif Kecil yang Menjadi Andalan Perkebunan Tebu
Meski demikian, Sugeng melempar sinyal peringatan keras (warning) bagi seluruh pengelola Dapur SPPG penyedia MBG di Kota Solo untuk memperketat standar higienitas.
“Jika nanti ada korelasinya dengan MBG, ini jadi warning keras untuk seluruh SPPG. Evaluasi total cara pengolahan dan penyajian agar masakan yang diberikan betul-betul berkualitas dan tidak memicu efek negatif,” tegasnya.
Sekolah Diliburkan, Belajar Beralih Online
Guna memutus potensi penularan infeksi atau kontaminasi lanjutan, pihak manajemen SDII Al Abidin menghentikan sementara aktivitas belajar-mengajar secara tatap muka. Pembelajaran siswa kini dialihkan penuh secara dalam jaringan (online/daring).
Baca Juga: Jejak Aset Bank Harapan Sentosa Masih Tersebar di Solo
Di samping itu, sterilisasi masif menggunakan cairan disinfektan telah disemprotkan ke seluruh area kelas, fasilitas sanitasi, dan ruang publik sekolah guna menjamin keamanan lingkungan sebelum aktivitas sekolah dibuka kembali. (alf/an)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com