KLATEN, SOLOBALAPAN.COM – Peristiwa kebakaran hebat melanda Pasar Sidoharjo yang terletak di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, pada Senin (27/7/2026) sore. Insiden memilukan tersebut menghanguskan sedikitnya 80 lapak pedagang yang berada di dalam kompleks pasar tradisional tersebut.
Musibah ini pertama kali diketahui oleh warga setempat sekitar pukul 16.20 WIB. Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari area dalam pasar, memicu kepanikan warga di sekitar lokasi.
Karena sebagian besar akses pintu utama pasar dalam keadaan terkunci rapat, warga terpaksa menerobos masuk melalui pintu samping bagian belakang untuk memetakan sumber api dan melakukan upaya evakuasi mandiri.
Kasat Reskrim Polresta Klaten, AKP Taufik Frida Mustofa, mengonfirmasi bahwa berdasarkan hasil penelusuran awal, titik api terdeteksi berasal dari area tengah pasar—tepatnya di sekitar pohon beringin.
"Awal mula diketahui dari warga yang masuk ke dalam pasar. Titik api ada di bagian tengah dekat pohon beringin. Saat kejadian kondisi pasar kosong dan tidak banyak aktivitas. Untuk saat ini kami fokus memastikan pemadaman bara api agar tidak memicu kebakaran susulan," ujar Taufik saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (27/7/2026).
Satu Pusat Ekonomi Lumpuh, Kerugian Tembus Ratusan Juta
Pasar Sidoharjo Bayat merupakan urat nadi perekonomian warga setempat yang menjajakan berbagai kebutuhan pokok, mulai dari bahan sembako, pakaian, hingga bahan pangan harian.
Struktur area pasar yang padat serta melimpahnya material mudah terbakar seperti kain dan kayu membuat si jago merah berkobar cepat dan melalap puluhan lapak dalam kurun waktu singkat.
Baca Juga: Operasi Senyap KPK Berlanjut: Rumah Pejabat dan Mantan Pejabat di Tiga Kecamatan Sukoharjo Digeledah
Terkait akumulasi kerugian materiil, kepolisian belum dapat membeberkan angka pasti. Namun, akumulasi kerugian dari puluhan pedagang yang kehilangan barang dagangannya diperkirakan menembus angka ratusan juta rupiah. Pendataan rinci masih akan dilakukan oleh pengelola pasar berkoordinasi dengan instansi terkait.
Hingga Senin malam, jajaran Polresta Klaten bersama Tim Inafis masih bersiaga di lokasi untuk memastikan pemadaman total (cooling down) sebelum menggelar Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna menguak pemicu pasti musibah kebakaran ini. (ren/an)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com