Jangan Dikonsumsi! Air PDAM Boyolali Terkontaminasi Reaksi Kimia, Dirut Minta Warga Kuras Pipa Mandiri

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 16:53 WIB
p
Kondisi air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) keruh pekat dan diselimuti lapisan busa tebal di bak mandi warga Boyolali. (Dok. warga)

BOYOLALI – Unggahan video yang memperlihatkan kondisi air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) keruh pekat dan diselimuti lapisan busa tebal putih keabu-abuan mendadak viral di media sosial. Peristiwa yang meresahkan pelanggan tersebut terjadi di Dukuh Kenteng, Desa Penggung, Kecamatan Boyolali Kota, pada Selasa (21/7/2026).

Merespons keresahan warga yang menduga air tercemar kaporit, Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Ampera Boyolali, Iwan Marwanto, buka suara. Pihaknya mengakui adanya unsur keteledoran manusia (human error) di tingkat operasional lapangan.

"Ternyata penyebabnya ada keteledoran dari petugas kami. Untuk itu, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat," ujar Iwan saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga: Rincian Pernikahan Nathalie Holscher dan Aripat: Siap Akad Nikah Besok 22 Juli 2026, Resepsi di Ballroom Mewah

Anatomi Kesalahan: Niat Netralkan Lumut Malah Berujung Overdosis

Iwan membeberkan kronologi di balik munculnya air berbusa mirip limbah tersebut. Permasalahan bermula pada Senin malam ketika pasokan air baku dari Kedung Banteng dan Embung Melikan mendadak berubah warna menjadi hijau akibat ledakan populasi lumut (algae bloom).

Guna menormalisasi warna air, petugas di Instalasi Pengolahan Air (IPA) mengambil tindakan menyuntikkan gas klor—bukan kaporit sebagaimana narasi yang beredar di masyarakat. Sayangnya, terjadi kesalahan teknis fatal dalam perhitungan dosis. Petugas menyuntikkan gas klor dengan takaran yang jauh melampaui ambang batas normal (overdosis).

Akibat reaksi kimia antara lumut hijau ber-volume tinggi dengan gas klor konsentrasi tinggi, air justru mengalami reaksi penyabunan yang menghasilkan warna keruh kecokelatan dan busa tebal.

Iwan mengklaim perbaikan teknis di pengolahan pusat telah rampung pada Selasa pagi pukul 10.00 WIB.

Baca Juga: Dituduh Anaknya Ambil Angpao Nikah Fritz Hutapea, Hotman Paris Buka Suara: Sebut Uang Rp800 Juta Pemberian Klien!

"Per jam 10.00 WIB tadi, seluruh sistem pengolahan sebenarnya sudah kami perbaiki. Air di reservoir penampungan IPA juga sudah kembali jernih dan normal," tegasnya.

Pipa Keruh, Warga Imbau Kuras Mandiri dan Jangan Ditelan

Meski pengolahan pusat diklaim telah pulih, endapan air terkontaminasi dari instalasi Senin malam terlanjur mengalir melintasi jaringan pipa distribusi menuju pemukiman warga.

Untuk menetralisir sisa kotoran, Perumdam Tirta Ampera melakukan proses washout (pengurasan) pada pipa utama. Namun, untuk pipa Sambungan Rumah (SR), pelanggan diminta secara mandiri membuka keran hingga air kembali jernih.

Pihak manajemen melayangkan peringatan keras agar masyarakat tidak nekat mengonsumsi air terkontaminasi yang keluar sejak Senin malam hingga Selasa pagi.

Baca Juga: Rekam Jejak Iskandar Kunaefi dari Bos Persib Bandung Kini Jadi Dirut Pos Indonesia, Putra Eks Gubernur Jabar

"Air yang keluar sejak kemarin malam hingga tadi pagi tegas tidak boleh dikonsumsi, karena ada kesalahan dosis pengaturan bahan kimia," ujar Iwan mewanti-wanti potensi risiko kesehatan.

Saat ini, Perumdam Tirta Ampera masih mendata total jumlah pelanggan yang terdampak sembari menyiapkan surat imbauan resmi terkait jaminan keamanan air bersih di wilayah Boyolali Kota. (fid/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
PDAM Boyolali keruh pekat PUDAM Tirta Ampera Boyolali Direktur Perumda Tirta Ampera Boyolali Iwan Marwanto PDAM tercemar PDAM Boyolali