SOLOBALAPAN, KREATIF — Di tengah gempuran tren musik digital yang serba praktis, gairah terhadap rilisan musik fisik justru tetap membara di tangan para pencintanya.
Cerita inspiratif ini datang dari Tamtomo Widhiandono, atau yang lebih akrab disapa Dondit (42).
Pria asal Kota Solo ini berani mengambil keputusan besar untuk meninggalkan pekerjaan formal demi menekuni bisnis jual beli rilisan fisik lewat lapak miliknya, Alpha Omega Records.
Langkah Dondit membuktikan bahwa kegemaran yang ditekuni secara konsisten mampu menjelma menjadi sumber penghidupan utama.
Meniti Hobi Sejak Masa SMP hingga Aksi Rekam Radio
Kecintaan Dondit terhadap rilisan musik fisik sudah tertanam sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) sekitar tahun 1998–1999.
Baca Juga: Apa Aja Sih Aksesoris Yang Cocok Buat Kalian Bawa di Konser Musik?
Kala itu, ia rutin menyisihkan waktu setiap akhir pekan untuk berburu kaset pita di kawasan Manahan, Solo.
Tak sekadar menjadi pendengar pasif, Dondit muda juga mengasah kreativitasnya dengan merekam lagu-lagu populer dari siaran radio menggunakan perangkat tape double deck.
Kenangan Dondit Saat Berburu dan Merekam Musik: "Awal masuk SMP itu sekitar tahun 98/99, itu udah mulai suka sama rilisan fisik. Hampir setiap minggu saya pergi ke Manahan buat cari-cari kaset pita.
Dulu dengerin lagu masih pakai radio, jadi waktu penyiar bilang mau putar lagu tertentu, ya tinggal rekam aja. Rasanya seneng bisa dengerin lagu baru tanpa perlu request, walau lagunya ga utuh," kenang Dondit.
Konsistensi Sejak 2011 dan Menjelajah Music Market
Keputusan matang diambil lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini pada tahun 2011, di mana ia resmi melepas pekerjaan lama dan fokus sepenuhnya di dunia jual beli rilisan fisik.
Dari ruang depan rumahnya di kawasan Kecamatan Jebres, Solo, Dondit menyajikan beragam koleksi mulai dari piringan hitam (vinyl), kaset pita, hingga CD.
Koleksi dagangannya mencakup deretan band dan musisi era tahun 2000-an ke atas dengan katalog genre yang cukup beragam, seperti indie pop, shoegaze, hardcore, hingga hip hop.
Tak hanya itu, Dondit juga melayani orderan jasa duplikasi kaset pita dengan minimal pemesanan 50 keping, yang pelanggannya banyak berasal dari kota-kota besar di Indonesia.
Guna memperluas jangkauan pasar, Dondit aktif berpartisipasi dalam ajang music market lintas kota, seperti Salatiga, Semarang, Magelang, Malang, hingga Yogyakarta.
Tabel Profil, Layanan, dan Portofolio Usaha Alpha Omega Records
Guna memberikan pemetaan informasi mengenai latar belakang figur dan profil usaha Dondit secara rapi, objektif, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:
| Komponen Profil / Usaha | Rincian Fakta & Portofolio | Catatan Khusus & Konteks Lapangan |
| Nama Pemilik / Panggilan | Tamtomo Widhiandono / Dondit (42 Tahun) | Lulusan UII Yogyakarta yang kini menetap di Jebres, Solo. |
| Tahun Mulai Usaha Mandiri | Sejak Tahun 2011 (Keluar dari pekerjaan formal) | Berdiri lebih dari satu dekade menjaga ekosistem rilisan fisik. |
| Format Rilisan Fisik | Piringan Hitam (Vinyl), Kaset Pita, & CD | Fokus pada rilisan band/musisi era tahun 2000-an ke atas. |
| Variasi Genre Musik | Indie Pop, Shoegaze, Hardcore, Hip Hop, dll. | Menjangkau berbagai selera penikmat musik lintas generasi. |
| Layanan Tambahan | Jasa Duplikasi Kaset Pita (Min. 50 keping) | Menjangkau rilisan dari band-band independen kota besar. |
| Jejak Lapak Luar Kota | Salatiga, Semarang, Magelang, Malang, Yogya | Aktif mengikuti pameran dan jaringan music market regional. |
| Lokasi & Akun Instagram | Kec. Jebres, Solo / Instagram: @alphaomegarecords |
Menerima pembelian secara langsung maupun transaksi online. |
Mengubah Candaan Menjadi Jalan Rezeki
Perjalanan panjang Dondit menggeluti dunia kaset pita membuatnya tidak menyangka bahwa hal yang mulanya sekadar hobinya di masa muda kini menjadi sumber rezeki yang menghidupi keluarganya.
Candaan bersama rekan sesama kolektor kaset masa lalu kini terbukti menjadi kenyataan manis.
Ungkapan Syukur Dondit: "Kadang itu saya juga guyonan bareng temen yang sama sukanya dengan rilisan fisik, 'Opo yo suk bakale awak dewe malah dadi bakulan kaset?' (Apakah nanti kita malah jadi penjual kaset?), dan ternyata memang terjadi. Dari hal yang kita sukai, malah jalan rezekinya di situ," tutur Dondit sembari merapikan kertas cover kaset.
Bagi pencinta musik di Kota Solo dan sekitarnya yang ingin berburu rilisan fisik favorit atau berdiskusi seputar koleksi musik, Anda dapat mengunjungi galeri rumah Dondit di Kecamatan Jebres atau memantau katalog terbarunya melalui akun Instagram resmi @alphaomegarecords.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo