Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Tempoe Doeloe Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Jaring Pemimpin Akar Rumput yang Dicintai Rakyat, DPC PDIP Surakarta Gelar Fit and Proper Test Calon Ketua Ranting

Damianus Bram • Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:09 WIB
DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta menggelar fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) tertulis bagi para calon pengurus di tingkat ranting atau kelurahan, Sabtu (18/7).
DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta menggelar fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) tertulis bagi para calon pengurus di tingkat ranting atau kelurahan, Sabtu (18/7).

 

SOLOBALAPAN.COM — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surakarta menggelar fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) tertulis bagi para calon pengurus di tingkat ranting atau kelurahan. Langkah taktis ini diambil sebagai strategi efektif partai untuk memetakan kompetensi riil para kader sebelum resmi ditugaskan di struktur akar rumput.

Penanggung Jawab Kegiatan, Akbar Badres, menjelaskan bahwa seleksi ini melibatkan 54 anak ranting. Mekanisme penjaringan dilakukan secara bertahap, di mana setiap ranting menjaring maksimal 5 nama dari wilayahnya.

Selanjutnya, Pengurus Anak Cabang (PAC) berhak mengusulkan 3 nama, dan DPC memegang hak usulan 2 nama. Uji kelayakan kali ini sengaja difokuskan pada tes tertulis agar pelaksanaan lebih teratur serta tidak memberatkan para kader di tingkat bawah.

"Tujuan kita mengadakan tes ini adalah agar calon ketua ranting bisa tahu situasi dan kondisi saat ini," ujar Akbar Badres saat diwawancarai SoloBalapan.com, Sabtu (18/7). 

Baca Juga: Raperda Kepemudaan Ditarik Walikota Solo, Fraksi PDIP Bersikap: Ini Pemborosan Anggaran Ratusan Juta!

Harapannya, para calon pemimpin di tingkat kelurahan ini benar-benar memahami karakteristik wilayahnya serta mampu merespons berbagai problema politik dan ekonomi yang sedang berkembang. Tes ini juga menjadi wadah strategis bagi DPC untuk mengetahui arah pemikiran para kader dalam menyongsong tantangan ke depan.

Untuk menjaga kenyamanan para peserta, panitia menerapkan sistem jadwal yang sangat fleksibel dan tidak kaku. Waktu pelaksanaan ujian tertulis dibagi per kecamatan dengan durasi masing-masing 45 menit dan jeda istirahat 15 menit. Rangkaian ujian dimulai pukul 10.00 WIB untuk Kecamatan Banjarsari, diikuti Jebres (pukul 11.00 WIB), Laweyan (pukul 12.00 WIB), Serengan (pukul 13.00 WIB), dan Pasar Kliwon (pukul 14.00 WIB). 

Peserta yang memiliki kendala waktu pada jam yang ditentukan tetap difasilitasi untuk mengikuti ujian susulan hingga sore hari. Bahkan, suasana menunggu ujian dibuat santai dan akrab dengan disediakannya wedangan (hidangan minuman tradisional).

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta, Aria Bima, menegaskan bahwa fit and proper test merupakan bagian dari prosedur standar organisasi yang wajib dilalui pada berbagai penugasan partai.

Prosedur ini tidak hanya berlaku di tingkat kelurahan saja, melainkan diterapkan secara berjenjang mulai dari proses pencalonan anggota DPR, penentuan posisi di komisi dan alat kelengkapan dewan, seleksi badan-badan kelengkapan partai di tingkat DPP, hingga pencalonan kepala daerah seperti bupati, walikota, dan gubernur.

Menurut Aria Bima, orientasi utama dari metode ini bukan sekadar menentukan kelulusan, melainkan cara efektif untuk mempersiapkan kader serta mengukur kompetensi kolektif dari sembilan calon pengurus ranting yang ada.

DPC PDIP Surakarta menyadari bahwa tantangan serta harapan masyarakat terhadap partai pada setiap periode pemilu—seperti pada tahun 1999, 2004, 2009, 2014, 2019, hingga 2024—selalu dinamis dan berbeda-beda. Oleh karena itu, uji kelayakan ini ditujukan untuk merumuskan porsi kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan zaman saat ini, yang dipastikan berbeda dari formasi periode tahun 2009 lalu.

Langkah adaptif ini juga diambil untuk menjawab pergeseran demografi pemilih masa depan yang mayoritas kini didominasi oleh generasi muda. Di Kota Solo sendiri, kelompok usia di atas 55 tahun ke atas kini hanya tersisa sekitar 12 persen. Kondisi tersebut menuntut kepengurusan ranting yang baru untuk lebih peka, memahami preferensi, serta mengetahui apa yang disukai oleh masyarakat di wilayah masing-masing.

PDI Perjuangan menegaskan tidak akan asal-asalan dalam memilih pengurus hanya berdasarkan kesediaan personal saja. Melalui seleksi tertulis ini, partai ingin menyaring figur yang memiliki kepribadian kuat, empati tinggi, serta kepedulian sosial yang nyata. Pengurus ranting terpilih wajib memiliki semangat keberpihakan yang kuat terhadap rakyat kecil, terutama dalam mengawal isu-isu mendasar seperti pendidikan, kesehatan, dan problematika sosial lainnya.

Karakter kepengurusan partai dinilai memiliki prasyarat khusus dan mendasar yang berbeda dari organisasi kemasyarakatan (ormas) pada umumnya, agar kehadiran pengurus ranting benar-benar mencerminkan komitmen untuk dicintai sekaligus mencintai rakyat.

Seluruh akumulasi penilaian dari rangkaian fit and proper test ini nantinya akan digunakan secara kolektif oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta sebagai acuan utama dalam mengambil keputusan final. Hasil tes ini yang akan menentukan siapa saja kader yang dinilai paling layak dan kompeten untuk mengisi posisi strategis sebagai Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) di tingkat ranting. (dam)

Editor : Damianus Bram
Sumber : Solo Balapan
fit and proper test dpc pdip solo aria bima DPC PDIP Kota Surakarta