Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Lolos Masa Kritis di NICU, Bayi Kebun Jagung Sekarsuli Klaten Dinyatakan Sehat

Angga Purenda • Jumat, 10 Juli 2026 | 18:47 WIB
Proses penyerahan bayi perempuan dari RS Soeradji Tirtonegoro Klaten ke Panti Woro Wiloso Salatiga. (Angga Purenda/solobalapan.com)
Proses penyerahan bayi perempuan dari RS Soeradji Tirtonegoro Klaten ke Panti Woro Wiloso Salatiga. (Angga Purenda/solobalapan.com)

KLATEN, SOLOBALAPAN.COM – Kisah pilu bayi perempuan yang ditemukan telantar di area perkebunan jagung Dusun Ngemplak, Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara, pada Minggu (28/6/2026) lalu, kini memasuki babak baru. Setelah menjalani perawatan intensif di RS Soeradji Tirtonegoro Klaten, bayi malang tersebut dinyatakan sehat dan resmi diserahkan ke pihak berwenang pada Jumat (10/7/2026).

Prosesi penyerahan berlangsung di Ruang Diskusi NICU, Gedung Bedah Sentral Terpadu RS Soeradji Tirtonegoro. Pihak manajemen rumah sakit menyerahkan sang bayi kepada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) Klaten, untuk selanjutnya langsung difasilitasi pelimpahan hak asuh sementara ke Panti Pelayanan Sosial Anak Woro Wiloso milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah di Salatiga.

Baca Juga: Kylian Mbappe Kudeta Lionel Messi dari Puncak Top Skor Piala Dunia 2026, Perebutan Sepatu Emas Kian Sengit

Direktur Utama RS Soeradji Tirtonegoro Klaten, dr. Sholahuddin Rhatomy, Sp.OT(K) Hip & Knee, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor yang berjalan cepat sejak evakuasi awal oleh warga dan kepolisian.

"Alhamdulillah, dari awal dibawa ke sini sampai sekarang kondisinya semakin membaik. Berat badannya semakin optimal dan penyakit-penyakit yang kita khawatirkan ternyata dapat kita cegah. Karena kondisinya sudah sangat optimal, secara prosedural hari ini bisa dibawa keluar rumah sakit dan diserahkan ke pihak terkait," terang dr. Sholahuddin.

Perkembangan Medis: Berat Badan Naik 500 Gram

Pemulihan kondisi fisik bayi yang saat pertama kali ditemukan cukup memprihatinkan tersebut diakui langsung oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos P3APPKB Klaten, Sri Sunarti. Ia membeberkan indikator klinis perkembangan positif sang bayi selama masa karantina di ruang NICU:

"Itu perkembangan yang sangat bagus dalam waktu sekitar satu minggu lebih perawatan," ungkap Sri Sunarti.

Prosedur Adopsi Dialihkan ke Tingkat Provinsi Jawa Tengah

Daya tarik pengasuhan bayi ini tergolong tinggi. Sri Sunarti membeberkan bahwa sejak kabar penemuan bayi ini mencuat ke publik, sudah ada sembilan pihak keluarga yang resmi menghubungi Dinsos Klaten untuk mengajukan permohonan adopsi.

Namun, Sri Sunarti menegaskan bahwa Dinsos P3APPKB Kabupaten Klaten tidak memiliki kewenangan hukum untuk menentukan atau menunjuk siapa orang tua angkat yang berhak.

Baca Juga: Selingkuh hingga Hamil, Pria Beristri dan Gadis Asal Tegal Nekat Buang Bayi di KA Sancaka

"Kami tidak memiliki hak untuk menerima siapa yang akan mengadopsi. Berdasarkan regulasi, hak sepenuhnya atas anak telantar ini berada di Panti Woro Wiloso Salatiga milik Dinsos Provinsi Jawa Tengah. Jadi seluruh proses adopsi selanjutnya akan diproses di tingkat provinsi," tegas Sri Sunarti.

Setelah seluruh proses administrasi di rumah sakit selesai, bayi perempuan tersebut langsung diberangkatkan menuju Salatiga untuk mendapatkan pengasuhan lanjutan. Dinsos Klaten berharap kejadian penelantaran anak ini menjadi yang terakhir dan korban kelak dipertemukan dengan orang tua asuh yang tepat demi masa depannya. (ren/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#RS Soeradji Tirtonegoro Klaten #penelantaran bayi di klaten #Bayi dibuang di kebun jagung #Dinas Sosial #bayi dibuang