Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Bupati Etik Suryani Dicokok KPK, Wabup Eko Sapto Pilih Menanti Rilis Resmi Sembari Minta Doa

Iwan Kawul • Jumat, 10 Juli 2026 | 11:29 WIB
Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto.
Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto.

SUKOHARJO, SOLOBALAPAN.COM— Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, langsung bergerak cepat mencoba meredam kepanikan di internal birokrasi pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di tengah guncangan penangkapan Bupati Etik Suryani, Sapto meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk tetap tenang.

Ironisnya, pernyataan bersikap tenang ini disampaikan Sapto saat ditemui awak media usai menghadiri ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bakti, Solo, Jumat (10/7/2026) pagi. Agenda sakral yang semula ditujukan untuk memperingati Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo itu kini dibayangi oleh catatan kelam dugaan kasus korupsi.

Di hadapan wartawan, Sapto mengakui bahwa hingga saat ini pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo belum mendapatkan cetak biru atau informasi resmi mengenai detail perkara suap yang sedang diusut oleh lembaga antirasuah.

Baca Juga: Panggung Sandiwara di Sukoharjo: Ironi Agenda Publik Bupati Etik Sebelum Dicokok KPK

"Kami belum bisa matur (berbicara) banyak, karena kita menunggu apa sebenarnya yang menjadi poin atau perkara, persoalan apa. Kita menunggu, jadi kami belum bisa menyampaikan banyak," ujar Sapto, mencoba diplomatis menyikapi penangkapan atasannya.

Minta Doa untuk Rekan yang Dicokok KPK

Sikap hati-hati sangat terlihat dari respons Sapto. Alih-alih memberikan kecaman terhadap praktik lancung yang diduga terjadi di lingkungan kerjanya, ia justru mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan moral bagi Bupati Etik Suryani dan Kepala Dinas berinisial R yang saat ini sudah digelandang ke Jakarta.

"Mohon doanya kita semuanya, terutama yang sedang dimintai keterangan atau apa pun, semoga diberikan kekuatan, diberikan kemudahan, dan petunjuk sehingga bisa menghadapi semuanya ini dengan sebaik-baiknya," cetusnya.

Menepis Isu Kelumpuhan Birokrasi

Baca Juga: Kado Pahit HUT ke-80 Sukoharjo! Jelang Perayaan Hari Jadi, Bupati Etik Suryani Malah Terjaring OTT KPK

Kendati pucuk pimpinan wilayah Sukoharjo kini kosong dan lima koper barang bukti telah disita KPK dari lingkungan pemkab, Sapto pasang badan memastikan situasi darurat ini tidak akan memacetkan pelayanan bagi masyarakat. Ia mengklaim seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah diinstruksikan untuk beraktivitas normal seperti biasa.

"Yang pasti tidak akan mengganggu proses pemerintahan. Kami harapkan semua bisa berjalan seperti biasa terlebih dahulu, tetap tenang. Sekali lagi, kita menunggu apa yang menjadi nanti rilis resmi atau keterangan dari KPK," tegas Sapto memungkasi wawancara.

Langkah menenangkan publik yang diambil Wabup Sapto ini menjadi krusial. Sebab, hilangnya figur Bupati Etik secara mendadak jelas memukul psikologis para pejabat daerah, terutama di tengah momentum perayaan hari jadi kabupaten yang ke-80 tahun ini. (kwl/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#Bupati Sukoharjo terjaring OTT KPK #wakil bupati sukoharjo Eko Sapto #ott kpk #bupati sukoharjo etik suryani #kpk