Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Rekayasa Bunuh Diri Jembatan Jurug: Samuel Sengaja Tinggalkan HP demi Kabur ke Kota ini !

Rudi Hartono RS • Rabu, 8 Juli 2026 | 16:04 WIB
Misteri Jembatan Jurug terkuak (8/7). Samuel (16) tidak bunuh diri, melainkan rekayasa tinggalkan sandal lalu kabur jualan tahu bulat. (IST)
Misteri Jembatan Jurug terkuak (8/7). Samuel (16) tidak bunuh diri, melainkan rekayasa tinggalkan sandal lalu kabur jualan tahu bulat. (IST)

KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM – Teka-teki hilangnya Samuel Mikael Pakpahan (16), remaja asal Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, yang sempat memicu kegegeran akibat diduga melompat ke Sungai Bengawan Solo, akhirnya terkuak secara benderang.

Remaja putus sekolah yang dilaporkan hilang sejak Jumat (3/7/2026) tersebut ternyata sengaja merekayasa kondisinya. Ia memalsukan kematiannya demi melarikan diri ke Yogyakarta untuk mencari pekerjaan.

Pelarian Samuel berakhir setelah Unit Reskrim Polsek Jaten mendeteksi posisinya di Kota Gudeg. Samuel akhirnya dijemput oleh ayah kandungnya di Stasiun Tugu Yogyakarta pada Rabu (8/7/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, sebelum dibawa pulang ke rumah neneknya di Perum Winong, Desa Ngringo.

Baca Juga: Kian Beraroma Persija, Persis Solo Resmi Rekrut Kiper Legendaris Hendro Kartiko dan Winger Muda Fandi Ahmad

Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti, melalui Kasi Humas Iptu Mulyadi, menegaskan bahwa narasi mengenai adanya warga yang bunuh diri di bawah Jembatan Jurug adalah informasi yang tidak benar.

"Berdasarkan penyelidikan mendalam, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, diketahui yang bersangkutan tidak melompat ke sungai, melainkan terlihat berlari dari TKP menuju ke arah wilayah Surakarta," jelas Iptu Mulyadi, Rabu (8/7).

Kronologi Skenario dan Rekayasa di Bawah Jembatan

Mulyadi membeberkan, isu bunuh diri ini mencuat akibat laporan dari teman korban bernama Danis Bino Destanto (16) pada Jumat (3/7) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Skenario penjebakan yang dilakukan Samuel berjalan sebagai berikut:

  1. Minta Diantar: Samuel meminta Danis mengantarkannya ke bawah Jembatan Jurug dengan alasan ingin menemui kekasihnya.

  2. Mengelabui Teman: Sesampainya di lokasi, Samuel menyuruh Danis pergi ke area jalan raya di depan Universitas Surakarta (UNSA) untuk menjemput pacarnya tersebut.

  3. Meninggalkan Barang Bukti: Setelah Danis pergi, Samuel sengaja meninggalkan telepon genggam (handphone) dan sandalnya di tepi sungai agar terkesan seperti melompat, lalu ia kabur berjalan kaki menuju arah Solo.

Danis yang kembali 15 menit kemudian mendapati lokasi kosong dan hanya menyisakan barang-barang Samuel. Karena panik, Danis sempat mencari di pinggiran sungai, meminta bantuan ke pos jaga SAR Relawan Bengawan Solo, hingga akhirnya melapor ke Polsek Jaten. Sementara itu, Samuel sudah meluncur ke Terminal Tirtonadi dibantu seorang temannya di Solo untuk memesan tiket bus ke Yogyakarta.

Baca Juga: Merugikan Mesir di Piala Dunia 2026, Ini Deretan Keputusan Kontroversial Wasit Francois Letexier, Pernah Usir Shin Tae-yong

Sempat Menjadi Penjual Tahu Bulat dan Takut Pulang

Selama berada di Yogyakarta, Samuel sempat menggelandang sebelum akhirnya menyambung hidup dengan bekerja sebagai penjual tahu bulat.

Aksi pelariannya mulai terendus pada Senin (6/7/2026). Samuel yang mengetahui dirinya viral di media sosial dan dikabarkan tewas bunuh diri menjadi ketakutan. Ia kemudian meminjam ponsel milik rekannya di Jogja untuk mengirim pesan (Direct Message) via aplikasi TikTok kepada temannya di Karanganyar bernama Vito.

Mendapat informasi tersebut, pihak kepolisian bersama keluarga langsung menyusun strategi penjemputan. Vito diminta membujuk Samuel agar mau membagikan lokasi terkininya (share location) dengan jaminan keselamatan dari sang ayah kandung. Strategi tersebut berhasil dan Samuel bersedia menunggu di Stasiun Tugu.

Motif Konflik Internal Keluarga

Baca Juga: Bongkar Impor HP Ilegal Cina Senilai Rp253 Miliar, Bareskrim Seret Dua WNA dan Buru Satu Direktur yang Kabur

Mengenai latar belakang aksi nekat tersebut, Mulyadi mengungkapkan adanya faktor konflik internal keluarga. Samuel yang selama ini tinggal bersama sang nenek sengaja membuat skenario palsu agar orang tua serta keluarganya merasa cemas dan khawatir. Berdasarkan catatan kepolisian, aksi melarikan diri ini merupakan kali kedua yang dilakukan oleh Samuel.

"Pada Rabu (8/7) sekitar pukul 11.40 WIB, personel Polsek Jaten bersama Bhabinkamtibmas Desa Ngringo telah mendatangi rumah nenek korban untuk memastikan keberadaannya sekaligus melakukan klarifikasi. Kami juga memberikan pembinaan dan koordinasi dengan pihak keluarga agar pengawasan terhadap anak lebih ditingkatkan, sehingga kejadian serupa yang meresahkan masyarakat serta menguras energi tim SAR ini tidak terulang kembali," pungkas Mulyadi. (rud/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#Samuel Mikael Pakpahan #remaja putus sekolah #jwembatan jurug #bunuh diri #rekaman cctv