SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menyusul kecelakaan lalu lintas maut yang merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor.
Insiden tragis tersebut terjadi di Jalan Solo–Purwodadi Km 18, tepatnya di depan rumah warga kawasan Dukuh Karangrejo, Desa Karangjati, Kecamatan Kalijambe, Sragen, pada Selasa (7/7/2026) sore.
Korban diketahui merupakan seorang pemuda berinisial MDAM (21), warga Kelurahan Kragilan, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Korban mengembuskan napas terakhir akibat menderita cedera kepala berat (CKB) setelah terlibat kecelakaan dengan kendaraan bermotor misterius yang langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Kronologi Kejadian: Oleng dan Jatuh ke Kanan
Begitu menerima laporan darurat dari masyarakat, personel Unit Gakkum Satlantas Polres Sragen langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan jejak kecelakaan dan mengumpulkan bahan keterangan.
Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Kukuh Tirto Satria Leksono, mewakili Kapolres Sragen, membeberkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan sementara, insiden bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda Vario melaju dari arah selatan (Solo) menuju ke utara (Purwodadi).
-
Kehilangan Konsentrasi: Setibanya di lokasi kejadian, korban diduga kuat mengantuk berat sehingga konsentrasinya menurun.
-
Terjatuh di Jalur Lawan: Kondisi tersebut membuat laju motor Honda Vario miliknya oleng ke kanan jalan dan terjatuh masuk ke lajur berlawanan.
-
Hantaman Kendaraan Misterius: Pada saat yang bersamaan, melintas sebuah kendaraan bermotor dari arah utara menuju ke selatan. Karena jarak yang sudah terlampau dekat, tabrakan keras tidak dapat dihindarkan. Kendaraan yang menabrak korban langsung melaju pergi dan belum diketahui identitasnya.
Sempat Dilarikan ke RS Yakssi Gemolong
Baca Juga: Tangis Ronaldo Pecah di Arlington, CR7 Pastikan Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhirnya
Akibat benturan hebat di aspal jalan, MDAM mengalami luka sangat parah pada bagian kepala. Warga dan petugas di lapangan sempat mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat, yakni RS Yakssi Gemolong, untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Namun, nyawa pemuda tersebut tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter.
Saat ini, pihak Satlantas Polres Sragen masih terus melakukan pendalaman intensif untuk mengidentifikasi jenis dan nomor polisi kendaraan misterius tersebut. Polisi terus mengumpulkan keterangan dari para saksi mata di sekitar lokasi serta menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas (CCTV) yang menyorot ke arah jalan raya.
Imbauan Polisi Terkait Faktor Human Error
AKP Kukuh Tirto Satria Leksono mengimbau dengan keras kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima dan siap berkendara sebelum melakukan perjalanan di jalur antar-kota.
"Jangan memaksakan diri mengemudi saat mengantuk atau kelelahan. Bila mulai kehilangan konsentrasi, segera berhenti di tempat yang aman untuk beristirahat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama karena satu kelengahan dapat berakibat fatal," tegas Kukuh.
Baca Juga: Tangis Ronaldo Pecah di Arlington, CR7 Pastikan Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhirnya
Pihak kepolisian menegaskan akan terus mengedepankan langkah penegakan hukum tegas yang diimbangi dengan edukasi masif kepada masyarakat demi menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Sragen. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa faktor kelalaian manusia (human error), terutama mengantuk saat berkendara, masih menjadi salah satu penyebab dominan terjadinya kecelakaan fatal. (din/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto