SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM — Musibah kebakaran hebat melanda sebuah industri rumahan pembuatan arang batok dan briket kelapa di Dukuh Bukuran RT 11, Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, pada Selasa (7/7/2026) dini hari.
Kobaran api yang dipicu oleh aktivitas tungku pembakaran dengan cepat melahap seluruh struktur bangunan beserta material bahan baku di dalamnya.
Peristiwa yang terjadi di tengah keheningan malam tersebut berlangsung dramatis selama hampir tiga jam, sejak pukul 00.30 WIB hingga akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 03.00 WIB. Meski tidak memakan korban jiwa, amukan si jago merah ini menyisakan puing-puing abu dengan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp800 juta.
Sempat Dicek Aman, Api Muncul Usai Pemilik Pulang ke Rumah
Berdasarkan keterangan dari Camat Kalijambe, Supri Hariyanto, serta kronologi dari pihak Polsek Kalijambe, aktivitas pembakaran batok kelapa di gudang milik Ngatiyo (46) tersebut sebenarnya sudah berjalan sejak Senin (6/7/2026) pagi.
Karena proses pengarangan membutuhkan waktu yang lama, tungku pembakaran sengaja dibiarkan tetap berproduksi aktif hingga malam hari. Sekitar pukul 20.00 WIB, Ngatiyo sempat meninggalkan lokasi. Ia bahkan sempat kembali pada pukul 00.00 WIB untuk melakukan pengecekan ulang.
"Merasa situasi di dalam maupun di sekitar area pabrik briket terpantau aman dan kondusif, Ngatiyo akhirnya memutuskan pulang ke rumahnya untuk beristirahat," jelas Supri Hariyanto.
Namun, nasib berkata lain. Hanya berselang 30 menit setelah pemilik pulang, seorang warga bernama Parjan (50) yang melintas sepulang menonton hiburan dangdut mendapati kepulan asap tebal dan kobaran api telah membubung tinggi dari dalam gudang. Sontak, saksi langsung menghubungi pemilik dan Kepala Desa Bukuran untuk meminta pertolongan darurat.
Baca Juga: Angka Kelahiran Menyusut, 7 SD Negeri di Solo Nyaris Tanpa Murid Baru
Penyebab Kebakaran: Percikan Tungku Sambart Bahan Baku Kering
Mendapat laporan warga, Kepala Desa Bukuran langsung berkoordinasi secara cepat dengan Polsek Kalijambe, Koramil 18/Kalijambe, serta Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sragen.
Kapolsek Kalijambe, AKP Joko Margo Utomo, memaparkan bahwa berdasarkan hasil investigasi awal di tempat kejadian perkara (TKP), sumber petaka berasal dari percikan api tungku utama yang sedang beroperasi.
"Percikan dari tungku utama tersebut kemudian menyambar tumpukan batok kelapa kering yang berada di sekitarnya. Karakteristik bahan baku yang sangat kering dan mudah terbakar membuat api merembet dengan sangat cepat dan fluktuatif ke seluruh struktur bangunan," ungkap Joko Margo.
Warga setempat sempat bahu-membahu menjinakkan api secara manual. Namun, karakteristik arang dan batok kelapa yang menyimpan intensitas panas tinggi membuat pemadaman mandiri berjalan sulit, hingga akhirnya armada Damkar Sragen tiba di lokasi untuk melakukan lokalisasi dan pemadaman secara masif.
Baca Juga: Ironi Pangan: Ketika Peternak Ayam Solo Raya Terpaksa "Mandi Telur Busuk" Demi Menolak Gulung Tikar
Kerugian Finansial Besar, Polisi Ingatkan Bahaya Tungku Aktif
Pihak kepolisian memastikan status korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini adalah nihil, mengingat tidak ada pekerja yang menginap di dalam ruang produksi saat kebakaran melanda.
Kendati demikian, dampak ekonomi yang harus ditanggung oleh Ngatiyo selaku pelaku usaha sangatlah berat. Seluruh stok bahan baku siap olah dan bangunan fisik gudang habis tidak tersisa. Total kerugian riil diestimasikan menyentuh angka Rp800 juta.
Berkaca dari musibah ini, pihak berwenang mengimbau dengan keras kepada para pelaku industri rumahan serupa untuk memperketat SOP keamanan. Pemilik usaha diminta ekstra waspada dan tidak meninggalkan area produksi dalam keadaan bara api di dalam tungku masih menyala aktif tanpa pengawasan melekat. (din/an)