Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Geger Pagi Hari di Sidoharjo Sragen: Petani Ditemukan Tewas Kaku di Tengah Sawah

Ahmad Khairudin • Senin, 6 Juli 2026 | 13:03 WIB
Tim gabungan TNI, Polri, relawan, dan medis saat melakukan evakuasi jenazah Paino Ripto Suwarno (63) dari area persawahan Dukuh Patihan, Desa Taraman, Sidoharjo, Sragen, Senin (6/7/2026) pagi. (ISTIMEWA)
Tim gabungan TNI, Polri, relawan, dan medis saat melakukan evakuasi jenazah Paino Ripto Suwarno (63) dari area persawahan Dukuh Patihan, Desa Taraman, Sidoharjo, Sragen, Senin (6/7/2026) pagi. (ISTIMEWA)

SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Kawasan persawahan Dukuh Patihan, Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen mendadak gempar pada Senin (6/7/2026) pagi.

Seorang petani setempat bernama Paino Ripto Suwarno (63) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tengah lahan sawah miliknya sendiri sekitar pukul 07.04 WIB.

Saat pertama kali ditemukan, warga Dukuh Taraman RT 03 tersebut sudah mengalami kaku mayat dengan bekas luka memar di bagian perut. Korban diduga kuat mengembuskan napas terakhir akibat tersengat aliran listrik tegangan tinggi.

Baca Juga: Laporan Baliho Ultah Jokowi Masuk, Kejari Solo Mulai Telaah Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Wali Kota Respati

Kronologi Evakuasi di Tengah Sawah

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa ini pertama kali direspons oleh Call Center PSC 119 Sukowati Kabupaten Sragen setelah menerima laporan dari pihak Puskesmas Sidoharjo. Menindaklanjuti laporan darurat tersebut, Tim Responder langsung diterjunkan ke lokasi menggunakan Ambulans Rescue Medic Alfa 06.

Proses evakuasi di lapangan berjalan dinamis dengan melibatkan unsur:

Posisi jenazah berada tepat di tengah area berlumpur persawahan yang rencananya akan segera ditanami padi. Menggunakan Ambulans Puskesmas Sidoharjo, jenazah korban akhirnya berhasil diangkat dari lahan dan langsung dibawa menuju ke rumah duka.

Pemerintah Desa Tepis Isu Kawat Jebakan Tikus

Insiden ini sempat memicu kasak-kusuk dan spekulasi di kalangan warga yang menduga korban meninggal akibat kawat jebakan tikus berlistrik—metode yang selama ini kerap memicu polemik di Sragen. Namun, rumor liar tersebut langsung dibantah keras oleh pihak pemerintah desa setempat.

Kepala Desa (Kades) Taraman, Anang Cahyono, menegaskan bahwa korban murni mengalami kecelakaan kerja akibat kelalaian saat hendak memperbaiki fasilitas pengairan sawah miliknya sendiri.

Baca Juga: Rumah Tangga Hancur karena Istri Dominan? Repost Diska Resha di Tengah Isu Selingkuh Bikin Heboh, Singgung Suami yang Dizalimi

"Bukan karena jebakan tikus, melainkan kabel sumur sibel. Kemungkinan besar maksud almarhum ingin membenahi (sumur sibel) itu sendiri," terang Anang saat dikonfirmasi, Senin (6/7).

Anang juga membeberkan fakta logis di lapangan bahwa wilayah persawahan di desanya saat ini baru saja memasuki masa pascapanen. Dengan kondisi lahan yang belum ditanami, secara logika tidak ada alasan atau urgensi bagi para petani untuk memasang kawat jebakan tikus berarus listrik.

Hasil Visum: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Setibanya di rumah duka, tim medis bersama aparat kepolisian langsung melakukan prosedur visum luar pada tubuh almarhum. Hasil pemeriksaan resmi memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik atau penganiayaan.

Usai proses identifikasi dan administrasi selesai, pihak kepolisian didampingi perangkat desa langsung menyerahkan jenazah almarhum Paino kepada pihak keluarga untuk segera dilaksanakan prosesi pemakaman. (din/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#call center 110 #petani meninggal di sawah #sragen #sumur sibel #tersengat listrik