Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tingkatkan Kompetensi Pelayanan Publik, ASN Pemkot Solo Dapat Pelatihan Bahasa Inggris dan Mandarin

Silvester Kurniawan • Minggu, 5 Juli 2026 | 14:45 WIB
ILUSTRASI : Pemkot Surakarta menggelar pelatihan Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin untuk meningkatkan standar kompetensi ASN.
ILUSTRASI : Pemkot Surakarta menggelar pelatihan Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin untuk meningkatkan standar kompetensi ASN.
 

SOLO, SOLOBALAPAN.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta berupaya agar program pelatihan bahasa aspelatihan bahasa asing buat ASN ing untuk sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kerja setempat dapat diselenggarakan secara rutin dan berkala. 

Tidak hanya berfokus pada Bahasa Inggris, pemerintah kota juga menyiapkan fasilitas kelas Bahasa Mandarin bagi para ASN yang berminat atau memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Peningkatan Kompetensi dan Tingginya Peminat

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surakarta, Beni Supartono Putra, mengungkapkan bahwa program pelatihan bahasa asing ini merupakan bagian dari instrumen pengembangan kompetensi ASN. Sepanjang tahun 2026 berjalan, pihaknya tercatat sudah melangsungkan dua kali pelatihan bahasa asing, yakni Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris yang baru saja diselesaikan pekan lalu.

Baca Juga: Gangguan Kognitif Ringan pada Lansia: Ancaman yang Sering Terabaikan

“Saat ini kan hubungan pemerintah itu tidak jarang dengan pihak-pihak dari luar negeri, makanya selain Bahasa Inggris ada juga Bahasa Mandarin. Harapan kami kelas bahasa ini kedepan bisa lebih intens lagi,” terang Beni Supartono Putra, Minggu (5/7/2026).

Berdasarkan pelaksanaan di lapangan, program pelatihan bahasa asing ini mencatatkan tingkat antusiasme yang tinggi dari para pegawai, hingga melebihi kuota daya tampung kelas yang tersedia. Pada pelatihan Bahasa Mandarin, pemerintah hanya mampu menyediakan 30 kursi peserta, sementara jumlah peminat mencapai lebih dari 60 orang. Kondisi serupa terjadi pada kelas Bahasa Inggris, di mana sesi terakhir hanya bisa menampung 70 peserta meskipun jumlah pendaftar melampaui angka tersebut.

Beni menjelaskan, besarnya minat ini didorong karena materi pelatihan masuk ke dalam variabel peningkatan standar kompetensi ASN.

“Pengembangan kompetensi ini juga jadi bagian dari penilaian kita dan harus dimiliki oleh setiap pegawai. Fokusnya untuk pegawai yang bertugas sebagai front office, pariwisata, dinas kearsipan, perdagangan, dan sebagainya yang berhubungan dengan pihak luar menjadi prioritas selain juga kedinasan yang langsung berhubungan dengan pelayanan seperti dukcapil, dpmptsp, dan sebagainya,” urai Beni.

Baca Juga: Tak Memiliki Bahan Baku Kayu, Kota Solo Gelar Srikayu Furni Fest Angkat Industri Furnitur Lokal

Skema Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi

Kendati demikian, Beni mengakui bahwa pelaksanaan pelatihan bahasa ini belum masuk sebagai program kerja yang disokong oleh plot anggaran daerah. Guna menyiasati kendala pembiayaan tersebut, Pemkot Surakarta menempuh jalur kolaborasi bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) yang kebetulan memiliki program pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan bahasa asing.

“Kemarin Bu Wawali sudah menyambungkan kami, kami sudah beberapa kali berkomunikasi dengan pihak kampus agar hal-hal seperti ini bisa dilakukan. Harapannya ya tiga bulan sekali ada pelatihan seperti ini, satu kloter ikuti pelatihan dua hari,” kata Kepala BKPSDM Kota Surakarta tersebut.

Dalam pelaksanaan pelatihan Bahasa Inggris sebelumnya, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, hadir secara langsung memantau jalannya pembukaan dan penutupan acara. Dalam kesempatan tersebut, Astrid turut menjajal kefasihan para ASN peserta dengan mengajak mereka berbincang langsung secara bergantian menggunakan bahasa asing.

Menurut pandangan Astrid, penguasaan bahasa asing bertindak sebagai instrumen vital, terutama bagi para pegawai yang diposisikan di garis terdepan sektor pelayanan publik.

Baca Juga: Deretan Kekejaman Aiptu N terhadap Istri Sirinya, Dicekoki Sabu hingga Disiksa Pakai Air Keras

“Solo ini kan sudah Go International, jadi kemampuan pegawai pemerintah dalam penggunaan bahasa asing menjadi penting agar bisa berkomunikasi dengan lancar saat berhadapan dengan wisatawan atau pihak dari luar negeri. Semoga pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di Solo,” pungkas Astrid Widayani. (ves/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#pelatihan bahasa asing #ASN lingkungan pemkot Solo #bahasa inggris #bahasa mandarin #pemkot surakarta