KLATEN, SOLOBALAPAN.COM – Pamor Kabupaten Klaten sebagai surga hidden gem wisata air dan kuliner kian tak terbendung. Tren positif pariwisata lokal ini sukses mendongkrak performa Stasiun Klaten hingga dinobatkan sebagai salah satu pilar utama pergerakan penumpang Commuter Line (KRL) di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengungkapkan bahwa Stasiun Klaten kini berhasil menembus jajaran empat besar stasiun dengan volume penumpang tertinggi di Daop 6.
Sepanjang Semester I Tahun 2026, total penumpang KRL yang memadati Stasiun Klaten tercatat mencapai angka fantastis, yakni 352.130 pengguna.
“Klaten berada di posisi keempat setelah Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, dan Stasiun Palur. Untuk Stasiun Klaten, rata-rata harian melayani sekitar 2.100 penumpang KRL. Namun, memasuki masa libur sekolah ini, angkanya melonjak hingga 2.500 penumpang per hari,” ujar Karina saat ditemui di Stasiun Klaten, Jumat (3/7/2026).
Berkah Hidden Gem Wisata Air dan Kuliner
Menurut Karina, lonjakan konstan sejak awal tahun ini merupakan buah manis dari agresivitas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dalam merevitalisasi kawasan komersial dan objek wisata.
Tingginya mobilitas kaum urban menuju Klaten dipicu oleh daya tarik wisata air legendaris (umbul) serta pusat-pusat kuliner baru yang terus bersolek.
"Pemerintah daerah setempat sangat aktif meningkatkan area residensial maupun komersial di sekitar stasiun. Selain sentra kuliner, kami melihat adanya dampak besar dari revitalisasi area wisata air atau umbul. Ternyata banyak sekali hidden gem di Klaten yang menarik minat pelancong," jelas Karina.
Melihat potensi ekonomi yang menggiurkan ini, KAI Commuter berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan Pemkab Klaten demi mengintegrasikan transportasi publik dengan destinasi wisata unggulan.
Rapor Hijau Daop 6 dan Tambahan Perjalanan Liburan
Secara umum, pertumbuhan volume penumpang di Daop 6 Yogyakarta pada Semester I-2026 mencatatkan kinerja impresif dengan pertumbuhan 6,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Data Performa Semester I-2026: Total pergerakan mencapai hampir 5,3 juta penumpang di Daop 6. Angka ini merupakan akumulasi pengguna Commuter Line rute Yogyakarta–Palur serta Commuter Line Prameks.
Menghadapi puncak libur sekolah (20 Juni–5 Juli 2026), KAI Commuter memproyeksikan total volume pengguna di Daop 6 menyentuh 360.000 orang. Guna mengantisipasi kepadatan penumpang harian yang melonjak dari 26.000 menjadi 31.000 orang, manajemen langsung menambah armada.
"Kami menambah jumlah perjalanan Commuter Line Yogyakarta–Palur sebanyak 4 perjalanan per hari. Jadwal yang semula 27 perjalanan kini disesuaikan menjadi 31 perjalanan per hari selama masa liburan. Sementara untuk Prameks tetap dilayani 10 perjalanan per hari," tambahnya.
Ekonomis dan Pangkas Waktu Perjalanan
Kenyamanan dan efisiensi KRL diakui langsung oleh Nurul (30), salah seorang penumpang asal Kelurahan Mojayan, Klaten Tengah. Ia kerap memanfaatkan moda transportasi berbasis rel ini untuk plesiran ke kawasan Malioboro, Yogyakarta.
Bagi Nurul, ketepatan waktu KRL menjadi penyelamat karena mampu memangkas waktu perjalanan Klaten-Yogyakarta hingga 1 jam penuh jika dibandingkan menaiki bus atau sepeda motor.
"Pakai KRL itu enak, adem karena ada AC-nya. Meskipun kadang harus berdiri kalau pas padat, tapi tidak terasa sumpek. Jadwalnya juga pasti, jadi kita bisa estimasi waktu nunggu dari rumah," tutur Nurul.
Faktor harga juga menjadi daya tarik utama yang sulit ditolak masyarakat.
"Tarifnya sangat murah, cuma Rp8.000. Bandingkan kalau naik bus sekarang sudah sekitar Rp10.000. Harapan saya, fasilitas bagus seperti ini terus dipertahankan dan tarifnya jangan naik dulu," pungkasnya sembari tersenyum. (ren/an)