Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Bikin Geger Dikira Hanyut di Bengawan Solo, Remaja di Jembatan Jurug Ternyata Terekam CCTV Jalan Kaki Gabut

Rudi Hartono RS • Jumat, 3 Juli 2026 | 19:24 WIB
Relawan melakukan pemantauan di bawah jembatan Jurug setelah mendengar remaja hanyut di Sungai Bengawan Solo. (Dok. Tim SAR)
Relawan melakukan pemantauan di bawah jembatan Jurug setelah mendengar remaja hanyut di Sungai Bengawan Solo. (Dok. Tim SAR)

KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM –Setelah bikin geger masyarakat sekitar Sungai Bengawan Solo akhirnya misteri hilangnya Samuel Mikael Pakpahan (17), warga Perumahan Winong Baru, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, akhirnya menemukan titik terang.

Sempat diduga kuat hanyut dan melompat ke sungai setelah meninggalkan barang-barangnya di bawah Jembatan Jurug pada Jumat (3/7/2026), Samuel ternyata masih hidup. Fakta baru ini terungkap secara benderang lewat rekaman kamera pengawas (CCTV).

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Sugiharjo, membenarkan adanya perubahan drastis dalam arah penyelidikan ini. Berdasarkan bukti visual yang didalami pihak kepolisian, korban dipastikan tidak menceburkan diri ke aliran sungai.

Baca Juga: Terungkap Alasan Memilukan Korban YTR Tak Bisa Kabur dari Taufik Hidayat, Peragakan 21 Adegan Rekonstruksi Penyekapan

"Awalnya kami menerima laporan kondisi membahayakan manusia, di mana ada dugaan survivor hanyut karena hanya ditemukan ponsel dan sandalnya di lokasi kejadian. Namun, setelah penyelidikan lanjutan oleh kepolisian melalui tiga titik rekaman CCTV di sekitar area Jembatan Jurug, terlihat visual jelas bahwa yang bersangkutan sebenarnya berjalan kaki meninggalkan TKP dan tidak mengarah ke sungai," ungkap Sugiharjo saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026) malam.

Kronologi Kejadian: Minta Dijemputkan Pacar

Aksi hilangnya Samuel ini bermula saat ia meminta bantuan seorang saksi untuk mengantarkannya ke area bawah Jembatan Jurug. Setibanya di lokasi, Samuel justru meminta saksi tersebut pergi lagi untuk menjemput pacarnya.

Namun, bak skenario yang sengaja disusun, saat saksi kembali ke lokasi bersama sang pacar, Samuel sudah raib. Di lokasi tersebut, ia hanya meninggalkan telepon genggam dan alas kakinya, memicu kepanikan bahwa remaja tersebut telah melompat ke sungai.

Tim SAR Sudah Kepalang Basah Menyelam

Sebelum rekaman CCTV itu membuka tabir, tim SAR gabungan dari Posko Induk Pencarian dan Pertolongan Operasi SAR Jurug 2026 sudah kepalang basah mengerahkan kekuatan penuh sejak Jumat pagi.

Tiga Search and Rescue Unit (SRU) diterjunkan untuk menyisir sungai dengan taruhan nyawa.

Baca Juga: Tuai Pujian, Erika Carlina Dengarkan Masukan Netizen yang Sebut Mata Anaknya Juling, Gercep Bawa Enduw ke Rumah Sakit

Detail Operasi Pencarian yang Ternyata Nihil:

  • SRU Selam: Memeriksa tiga titik pusaran air yang dicurigai sebagai lokasi tenggelam dengan kedalaman mencapai 4 meter.

  • SRU Bodyrafting & LCR (Perahu Karet): Melakukan penyisiran menyusuri derasnya aliran sungai dari LKP hingga Jembatan Ringroad sejauh 3 kilometer.

  • Hasil: Operasi dari pagi hingga sore hari tersebut nihil, karena target memang tidak pernah ada di dalam air.

Operasi SAR Dihentikan, Status Dialihkan

Mengingat bukti CCTV menunjukkan indikasi valid bahwa Samuel berada di darat dan dalam kondisi sadar penuh saat berjalan meninggalkan lokasi, tim gabungan langsung menggelar evaluasi kilat.

"Atas hasil evaluasi dan masukan dari berbagai pihak, status Operasi SAR Jurug resmi kami ubah malam ini. Dari yang awalnya operasi pencarian fisik dan penyusuran di aliran sungai, kini dialihkan menjadi status pemantauan," tegas Sugiharjo.

Dengan perubahan status ini, tim SAR resmi menarik personel dari sungai. Kasus ini kini sepenuhnya diserahkan ke pihak kepolisian untuk memantau perkembangan dan melacak keberadaan posisi remaja tersebut lewat jalur darat. (rud/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#Samuel Mikael #Ramja Hanyut di Bengawan Solo #survivor #cctv #bpbd karanganyar