Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Pamit Pulang dari Rumah Nenek, Bocah 8 Tahun di Teras Boyolali Tewas Terseret Arus Irigasi 2 Meter

Abdul Khofid Firmanda Putra • Kamis, 2 Juli 2026 | 16:25 WIB
ilustrasi tenggelam
ilustrasi tenggelam

BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Tragedi memilukan menimpa seorang anak laki-laki berinisial A.F.H. (8). Bocah malang tersebut dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di saluran irigasi Dukuh Sokorejo RT 03 RW 01, Desa Tawangsari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, pada Rabu (1/7) sekitar pukul 16.30 WIB.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras sekaligus pengingat bagi para orang tua dan warga sekitar untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di dekat aliran air.

Kronologi: Bermain Sepeda Sebelum Terseret Pusaran Air

Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih, membeberkan bahwa sebelum insiden terjadi, korban diketahui baru saja berkunjung ke rumah sang nenek di Tawangsari bersama seorang temannya.

Baca Juga: Aksi Aldi Taher Semprot Baskara Putra Usai Sebut Kameramen 'Katro': Pengen Tahu Semetal Apa Nyali Lo!

Nahas, setelah berpamitan untuk pulang, korban tidak langsung menuju ke rumah. Ia dan temannya justru tergoda untuk bermain air di saluran irigasi yang posisinya berada tepat di pinggir jalan raya. Keduanya sempat terlihat menaiki sepeda kecil di sekitar aliran tersebut.

Secara kasat mata, saluran irigasi tersebut memang tidak terlihat besar. Namun, di balik itu, aliran tersebut memiliki kedalaman mencapai 2 meter dengan karakteristik struktur bawah yang sangat berbahaya.

"Pada bagian tempat air terjun ke bawah, bentuknya seperti kerucut kecil. Diduga di titik pusaran inilah korban terseret arus deras lalu tenggelam," terang Winarsih saat dikonfirmasi, Kamis (2/7).

Pencarian Alot dan Kondisi Sepi

Begitu melihat korban tenggelam dan tidak lagi muncul ke permukaan, teman korban langsung panik dan berteriak histeris meminta pertolongan kepada warga.

Namun, karena insiden terjadi pada sore hari dan kondisi sekitar lokasi kejadian sedang sepi, upaya pencarian sempat memakan waktu. Setelah menyisir aliran air, warga akhirnya menemukan tubuh korban mengambang sejauh 200 meter dari titik awal lokasi kejadian.

Baca Juga: Gugat Cerai Ikram Rosadi, Larissa Chou Tuntut Nafkah Anak Rp3 Juta dan Mut'ah Rp30 Juta

Warga sempat melarikan korban ke bidan desa setempat sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Indriati. Sayangnya, takdir berkata lain. Saat tiba di rumah sakit, kondisi fisik korban sudah membiru dan lemas. Tim medis menyatakan korban telah mengembuskan napas terakhirnya.

Keluarga Tolak Autopsi, Polisi Minta Warga Waspada

Laporan resmi mengenai insiden ini baru diterima Polsek Teras pada Kamis (2/7) pukul 09.00 WIB. Petugas kepolisian langsung bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), meminta keterangan saksi-saksi, serta mendatangi rumah duka.

Pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban sebagai musibah murni dan menolak dilakukan autopsi dengan memperkuatnya lewat surat pernyataan resmi.

"Benar, Polsek Teras telah menerima laporan dan melakukan penanganan sesuai prosedur. Kami turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban," ungkap Winarsih.

Baca Juga: Lolos dari Jerat Tersangka Korupsi Retribusi PKL, BKPSDM Karanganyar Buru-Buru Pulihkan Status ASN Aris Martopo

Pihak kepolisian juga mengeluarkan imbauan tegas agar para orang tua tidak lagi kecolongan membiarkan anak-anak bermain, bersepeda, ataupun mandi di sekitar sungai dan saluran irigasi, terutama yang memiliki arus bawah yang deras. (fid/red)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#bocah tenggelam di saluran irigasi #anak tenggelam di boyolali #Teras Boyolali #boyolali #polres boyolali