BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Aksi menegangkan terjadi di Desa Gombang, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Kamis (2/7) dini hari. Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Boyolali harus berjuang ekstra keras selama hampir empat jam untuk mengevakuasi seekor ular kobra sepanjang 1,5 meter dari dalam sumur warga.
Proses penyelamatan ular berbisa mematikan ini berlangsung dramatis karena posisi ular yang sulit dijangkau dan agresif. Kobra tersebut bersembunyi di celah gorong-gorong yang berada tepat di atas permukaan air di dalam sumur.
Kronologi Kejadian: Pemilik Rumah Panik hingga Terjatuh
Baca Juga: Puluhan Warga Gelar Ritual Puja Stupa Nepen di Boyolali, Hidupkan Kesadaran Masa Lampau
Peristiwa mencekam ini bermula saat pemilik rumah, Mudrikah, sedang beraktivitas memasak di dapurnya. Secara mengejutkan, seekor ular kobra berukuran besar melata masuk ke area dapur. Kehadiran tamu tak diundang itu spontan membuat Mudrikah panik luar biasa hingga terjatuh.
Dalam kondisi ketakutan, ia langsung meminta bantuan tetangganya yang dikenal sebagai pawang ular lokal. Namun, upaya penangkapan awal tersebut gagal. Ular kobra yang merasa terancam justru melarikan diri menuju sumur dan masuk melalui celah sempit penutup sumur.
"Saya mau masak, tiba-tiba ularnya melata masuk ke dapur. Saya panik sampai terjatuh. Tetangga yang biasa menangani ular juga datang membantu, tetapi ularnya malah masuk ke sumur," ungkap Mudrikah dalam laporan tertulis Damkar Boyolali, Kamis (2/7).
Kendala Evakuasi: Ruang Sempit dan Kedalaman 10 Meter
Kabid Damkar Satpol PP Boyolali, Supriyono, mengungkapkan bahwa medan evakuasi kali ini tergolong sangat sulit dan berisiko tinggi.
-
Lokasi Sumur: Berada di dalam area rumah, membuat ruang gerak petugas sangat terbatas untuk menggunakan peralatan standar.
-
Kedalaman Sumur: Mencapai kedalaman 10 meter.
-
Perilaku Ular: Sembunyi di sela-sela gorong-gorong di atas permukaan air dan terus menunjukkan sikap agresif.
"Ularnya bersembunyi di sela-sela gorong-gorong di atas permukaan air, sehingga evakuasinya cukup lama. Selain itu, ular kobra juga sangat berbahaya karena mampu menyemburkan bisa," jelas Supriyono.
Demi keselamatan, personel Damkar memutuskan untuk tidak turun langsung ke dalam sumur. Sebagai gantinya, petugas secara kreatif membuat alat modifikasi sederhana berupa tongkat kayu panjang yang dipasangi jaring di ujungnya.
Baca Juga: Tradisi Wahyu Kliyu Jatipuro Karanganyar, Warisan Budaya Takbenda yang Berawal dari Tolak Pagebluk
Detik-Detik Petugas Disembur Bisa Kobra
Setelah hampir empat jam melakukan berbagai upaya dengan penuh kesabaran, ular kobra tersebut akhirnya berhasil ditarik ke permukaan.
Namun, ketegangan belum berakhir. Saat petugas hendak memasukkan reptil berbahaya tersebut ke dalam galon pengaman, ular kobra itu tiba-tiba menyerang dan menyemburkan bisanya ke arah petugas. Beruntung, semburan bisa mematikan tersebut hanya mengenai pakaian personel dan tidak sampai melukai mata atau kulit.
Saat ini, ular kobra sepanjang 1,5 meter tersebut telah diamankan di Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Boyolali. Ular akan dikarantina sementara waktu sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya yang jauh dari permukiman warga. (fid/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto